Klaster Wisatawan Belum Terdeteksi

WAJIB TES: Para wisatawan saat menjalani rapid test di kawasan Puncak Bogor. Berdasarkan hasil, puluhan pengunjung reaktif dan harus menjalani swab untuk memastikan terkena atau tidaknya positif korona.

TASIK – Potensi lonjakan kasus di masa libur panjang tampaknya baru sebatas kekhawatiran. Penambahan pasien yang terjadi, masih dari hasil tracing dan klaster keluarga.

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya melakukan pengambilan sampel ke berbagai lokasi keramaian pada Sabtu (31/10). Sebagian ada yang menggunakan rapid test, ada juga yang langsung dengan swab test.

Kadis Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat menyebutkan untuk hasil rapid test tidak ada warga yang menunjukkan hasil reaktif. Namun untuk swab test, pihaknya masih perlu menunggu hasil pemeriksaan keluar. “Untuk yang swab test belum ada hasilnya,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (1/11).

Tidak ditemukannya pasien positif pada rapid test tetap patut disyukuri. Karena bagaimana pun tes tersebut merupakan screening awal dari pendeteksian pasien Covid-19. “Mudah-mudahan yang swab test juga hasilnya semua negatif,” tuturnya seperti dikutip dari Radar Tasikmalaya (Jabar Ekspres Grup).

Ada pun penambahan pasien yang terjadi dua hari terakhir( Sabtu dan Minggu) yakni masih dari klaster keluarga, perjalanan dan hasil tracing pasien lama. Mobilitas rutin warga yang bepergian dari luar daerah menambah daftar pasien. “Misal suami itu kerja di luar daerah, tiap akhir pekan pulang, itu cukup rawan,” tuturnya.

rang, di rumah juga harus menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak),” katanya.

Salah satu hal yang kerap disepelekan, yakni masker dikenakan saat tiba di rumah. Dia menganjurkan, masker serta pakaian luar yang dikenakan jangan sampai dibawa masuk. “Kalau maskernya bisa dipakai berulang, ya dicuci dulu sebelum di bawa masuk,” tuturnya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, hingga Minggu (1/11) tercatat ada 428 total pasien positif. Dari jumlah tersebut, 102 di antaranya masih merupakan pasien aktif.

Dengan kondisi tersebut, petugas di ruang isolasi masih terus disibukkan dengan keluar masuk pasien. Hal ini karena di samping yang sembuh, pasien baru pun hampir ada setiap hari. “Seperti hari ini, yang sembuh 8 orang dan pasien baru malah 20 orang,” katanya.

Koordinator Sekretariat Satgas Covid -19 Kota Tasikmalaya, H Ucu Anwar Surachman mengatakan pihaknya melakukan pengawasan ke beberapa lokasi keramaian. Adapun warga yang menjalani rapid test tercatat ada 74 orang. “Alhamdulillah semua secara sukarela diperiksa tanpa ada paksaan,” ujarnya.

Upaya tersebut merupakan langkah preventif untuk mencegah adanya penularan di masa liburan. Pasalnya, Satgas juga mengingatkan warga untuk tetap menjaga protokol kesehatan. “Karena kita perlu memastikan protokol kesehatan tetap diterapkan meski sedang liburan,” imbuhnya. (rga)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top