BTS Talun Menuai Polemik

AUDENSI: Sejumlah anggota DPRD Sumedang saat membahas polemik tower BTS di Lingkungan Pandai RT 01 RW 05 Kelurahan Regol Wetan Kecamatan Sumedang Selatan, dalam audensi di ruangan paripurna, kemarin. (SOBAR BAHTIAR/SUMEKS)

SUMEDANG – Rencana pembangunan tower Base Transceiver Station (BTS) di Lingkungan Pandai RT 01 RW 05 Kelurahan Regol Wetan Kecamatan Sumedang Selatan, menuai polemik.

Diketahui, tower yang merupakan proyek dari PT Gametarko Tunggal tersebut, dibangun untuk menunjang jaringan telekomunikasi provider Telkomsel.

Menanggapi keluhan warga, Kabid Pelayanan Perizinan dan MPP Enang Lukmanul Hakim menegaskan, sebelum keluar izin, agar jangan dulu ada aktifitas pembangunan tower.

Namun demikian, Enang mengakui, pihak provider telah membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) pendirian tower. Bahkan, pihak provider telah mengajukan berkas permohonan untuk izin penggunaan pemanfaatan tanah.

“Tapi, itu belum terbit karena masih ada lima kelengkapan yang belum lengkap. Permohonan pertama, jadi kita tolak dengan catatan yang jelas. Yaitu masih ada lima notifikasi. Jika kelima itu sudah dipenuhi oleh pemohon, tinggal kita proses,” terangnya.

Lanjut Enang, untuk tahapan pembuatan izin sendiri, saat ini permohonan sudah bisa online. Dengan cara mendaftarkan NIB lewat di manapun ke lembaga OSS di pusat.

“Lalu, ajukan IPPT ke kita. Setelah keluar baru proses IMB, dan baru bisa mulai pengerjaan fisik,” bebernya.

Sementara itu, Surveyor Sitac Perizinan PT Gametarko Tunggal Syaiful Ahmad mengatakan, seharusnya proyek tersebut tidak menimbulkan masalah. Setelah akhirnya salah seorang warga yang tidak setuju, meminta untuk dijualkan rumahnya dengan harga Rp 600 juta.

“Kan lucu, kita sebagai provider ini untuk pembangunan BTS. Kita juga sudah coba lakukan sejumlah tahap. Mulai dari pendekatan hingga 4 sampai 5 pertemuan, tapi tetap warga yang tidak setuju minta dijualkan rumahnya,” ujar dia usai audensi di ruang paripurna DPRD Sumedang, Selasa (13/10).

Syaiful menilai, jika permasalahan yang terjadi saat ini merupakan dari adanya kecemburuan sosial. Karena, jika melihat prosedur, dirinya mengklaim sudah mencoba untuk menempuhnya.

“Sosialisasi sudah kita tempuh, pendekatan sudah ditempuh. Tinggal izin belum keluar. Itu juga karena kita sedang mendalami dulu apa saja syaratnya. Dan di lapangan juga belum ada aktifitas,” terangnya.

Tak hanya itu, pihak provider berencana menyiapkan sejumlah kompensasi untuk warga. Mulai dari pembebasan lahan makam di Talun, renovasi mesjid, membeli kendaraan kebersihan roda tiga hingga memberikan bantuan terhadap warga yang tidak mampu.

DPRD Tuntut Penjelasan Vendor

Polemik Base Transceiver Station (BTS) di Lingkungan Pandai RT 05 RW 01, Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, turut dibahas dalam audensi yang dilaksanakan di ruangan paripurna DPRD Kabupaten Sumedang, Selasa (13/10).

Audensi tersebut, dihadiri sejumlah pimpinan komisi, yakni Komisi I, II dan IV. Serta para kepala dinas terkait juga warga yang terkena dampak dari pembangunan tower BTS.

Ketua Komisi II DPRD Sumedang Warson menegaskan, dinas terkait segera membuat kajian tentang pembangunan tower BTS tersebut.

“Kami tegaskan, kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk segera menetapkan kajian. Bukan yang sudah muncul saja dari PUPR. Tapi bahkan dari dinas lain secara menyeluruh,” ujarnya.

Selain itu, Warson meminta pengusaha atau vendor dapat menyosialisasikan secara mendetail kepada warga setempat.

“Jangan sepotong-sepotong. Berikan penjelasan kepada mereka yang saat ini belum memahami,” terangnya.

Diketahui, lanjut Warson, durasi kontrak dari BTS tersebut adalah selama 15 tahun. Setelah habis kontrak, maka tahah tersebut akan menjadi milik warga setempat.

“Ini harus jelas hitam di atas putihnya. Jangan sampai vendor setelah 15 tahun masih melakukan aktifitasnya,” sebut Warson.

Oleh sebab itu, anggota Fraksi Partai Gerindra tersebut kembali menegaskan, agar pengusaha tidak melukai hati dan perasaan warga setempat.

“Sekali lagi, berikan penjelasan yang maksimal sehingga tidak ada luka di antara kita,” tuturnya. (red)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top