Masih Banyak Warga Jabar Terjebak Rentenir di Masa Pandemi

BERI PERINGATAN: Spanduk bertuliskan kawasan bebas rentenir menjadi ultimatum agar warga tak terjebak dari pinjaman dengan bunga tinggi. (FOTO ILUSTRASI)

BANDUNG – Maraknya aksi rentenir dimasa pandemi Covid-19 menjadi persoalan yang harus menjadi perhatian semua pihak, terutama pemerintah dan gerakan koperasi. Hal itu disampaikan Ketua Satuan Tugas Gerakan Berantas Rentenir (Satgas Gebrak Rentenir) Jawa Barat (Jabar) Merdi Hajiji.

Menurutnya, kondisi maraknya masyarakat meminjam kepada rentenir saat ini tentunya memiliki banyak alasan. Terutama bagi para pelaku usaha mikro kecil yang mengalami kesulitan baik dalam permodalan maupun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Selama masa pandemi Covid-19 banyak pelaku UMKM yang menghentikan usahanya. Untuk memenuhi kebutuhannya, pada akhirnya menjual apa yang bisa dijual. Kalau sudah terdesak akhirnya melakukan transaksi dengan pemberi pinjaman walaupun dengan bunga yang relatif tinggi,” kata Merdi kepada Jabar Ekspres, Minggu (11/10).

Selain itu, jelas Merdi, dengan kemajuan teknologi saat ini hampir setiap orang yang memiliki smartphone sering mendapatkan tawaran dari pinjaman online.

“Banyak yang tergiur untuk mencoba meminjam melalui fasilitas pinjaman online. Setelah mereka berhasil meminjam kesalahsatu pinjaman online pada akhirnya mereka kesulitan untuk mengembalikannya,” jelas Merdi.

Karena merasa kesulitan untuk membayar pinjaman online tersebut, sambung dia, pada akhirnya untuk menutupi hutangnya itu mereka meminjam lagi ke aplikasi pinjaman online yang lain. Ibarat kata ‘Gali Lobang Tutup Lobang’.

Menurut data yang diterimanya dari Satgas Anti Rentenir Kota Bandung, telah terdapat ribuan orang yang mengeluhkan dan berkonsultasi bagaimana cara menyelesaikan dari jeratan rentenir tersebut.

Merdi mengaku, Gebrak Rentenir pada tahun ini tepatnya bulan Februari 2020 telah mendeklarasikan. Tujuannya meminimalisir praktek rentenir di masyarakat.

“Belum bergerak sudah terjadi pandemi Covid-19. Tapi beberapa kegiatan Gebrak Rentenir Jabar untuk melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat terus dilakukan melalui media daring dan berbagai informasi,” jelasnya.

“Beberapa hal yang dilakukan oleh Gebrak Rentenir Jabar adalah memberikan akses kepada masyarakat untuk mendapatkan akses ke permodalan, akses informasi pasar dan penguatan kelembagaan bagi koperasi,” tambahnya.

Pada saat ini, terangnya, koperasi seharusnya benar-benar hadir dan memberi andil kepada masyarakat. Terutama para pelaku UMKM yang memiliki berbagai kesulitan dalam melakukan usahanya.

“Saat pandemi Covid-19 seperti ini, peran dan kebermanfaatan menjadi anggota koperasi harus lebih ditunjukan, bahwa koperasi hadir untuk membantu para anggotanya dan memberikan solusi bagi permasalahan usaha anggotanya. Itulah hakikat tujuan koperasi yaitu bagaimana mensejahterakan anggotanya,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Satgas Geprak Rentenir merupakan organisasi yang digagas Dinas Koperasi dan Usaha Koperasi Provinsi Jawa Barat untuk meminimalisir langkah rentenir, koperasi berkedok rentenir, bank emok atau pinjam online yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat. (mg1/drx)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top