Ledakan Kasus Covid-19 di Jabar Makin Meluas

AMBIL SAMPEL: Petugas kesehatan saat melakukan swab test untuk memastikan terbebas dari wabah virus korona.

BANDUNG – Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi daerah yang menyumbangkan kasus tertinggi positif korona di Indonesia. Berdasarkan data kasus pasien Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Minggu (27/9) total jumlah penambahan kasus Positif di Jabar mencapai 437 orang, Sehingga akumulasi kasus positif sebanyak 20.954 kasus.

Jumlah kasus sembuh sebanyak 230 orang sehingga akumulasi kasus sembuh di Jabar sampai hari ini ada sebanyak 12.874 orang.

Sementara itu, penambahan kasus meninggal dunia pada hari ini sebanyak 1 orang sehingga total akumulasi kasus meninggal dunia sampai hari ini sebanyak 387 kasus.

Sepekan terakhir, lonjakan kasus terjadi bahkan menyusul posisi DKI Jakarta. Dilihat  dari laman Pikobar, terjadi penambahan 804 kasus pada Jumat (24/9), kemudian 516 kasus pada Kamis (23/9), 575 kasus pada Rabu (22/9), 680 kasus pada Selasa (21/9) dan 427 kasus pada Senin (427 kasus) atau rata-rata 600 kasus perhari.

Mayoritas penambahan kasus ini berasal dari wilayah Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek). Bahkan, hampir 70 persen kasus yang berada di Jabar berasal dari daerah penyangga ibukota Jakarta ini.

Menjawab ledakan kasus baru secara signifikan dalam sepekan terakhir, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan sebenarnya setengah dari penambahan kasus yang tercatat tersebut telah terjadi pada bulan lalu. Namun, input laporan dari dinas terkait di masing-masing kota/kabupaten terlambat diberikan.

“Selama seminggu ini adalah laporan yang diinput terlambat oleh daerah-daerah kota/kabupaten yang terjadinya di bulan lalu, sehingga menganalisa terjadinya ledakan. Itu sedikit kurang akurat ya, bahwa per harinya, iya secara statistik memang diumumkan, tetapi sumbernya itu terjadinya ternyata lama,” ujar Emil, sapaannya.

Lain halnya dengan temuan klaster di Secapa AD yang diketahui sebanyak 956 orang. “Memang itu tinggi dan kita akui. Sekarang itu makanya mudah-mudahan dalam hitungan beberapa hari kami sudah tidak mendapati lagi kekeliruan-kekeliruan keterlambatan menginput data ke all new record, istilahnya di pemerintah,” ujar Emil.

Menurut Emil, Jabar telah mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat dan hasilnya pun terbukti positif. “Pak Luhut sudah menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu provinsi yang diberi atensi, dan hasilnya Dalam seminggu ada berita baik, yaitu tingkat kematian turun dari 2,4 persen ke 1,8 persen, yang sembuh naik dari 53 persen ke 59 persen,” ujarnya.

“Jadi kalau ditanya koordinasi dengan Pak Luhut hasilnya apa? Ya kita bicara apa adanya. Tapi kalau fluktuatif, saya belum bisa menyimpulkan terjadi ledakan mungkin ya, yang ada peningkatan betul. Tapi pelaporan itu hampir setengahnya adalah dari laporan keterlambatan,” tandasnya. (bbs/drx)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top