KPU Jabar Kebut Produksi APK

SAIP ANTAR: Sebuah truk berukuran besar siap mengantar logistik kotak suara ke daerah-daerah saat pemilu 2019 tahun lalu.

BANDUNG – Ketua Divisi Teknks Penyelanggaran, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, Endun Abdul Haq mengatakan, tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 sudah memasuki masa kampanye sejak 26 September sampai 6 Desember 2020.

“Kampanye sudah dimulai pada 26 September sampai 5 Desember nanti. Termasuk produksi logistik sudah dimulai, begitu pun logistik alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye,” kata Endun Abdul Haq di Bandung, Minggu, (27/9)

Menuruynya, proses pengadaan perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara sendiri dilakukan sejak 7 Agustus sampai batas waktu 20 November 2020.

Kemudian, kata dia, produksi dan distribusi perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara dilakukan sejak 24 September sampai batas 8 Desember 2020.

“Sekarang masing-masing calon sudah punya identitas nomor yang akan digunakan dalam surat suara, alat peraga kampanye atau bahan kampanye, dan hal lainnya,” katanya.

Ia pun menyampaikan, KPU Jabar telah mencatat daftar pemilih sementara (DPS) sebanyak 11.635.025 orang yang bakal menjadi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Jabar.

Menurutnya, lebih dari 11 juta itu tersebar di delapan kabupaten dan kota yang melaksanakan Pilkada 2020. Pemilih paling banyak, berdasarkan catatannya, berasal dari Kabupaten Bandung.

“Di Kabupaten Bandung, jumlah pemilih laki-laki dan perempuan ada sebanyak 2.356.673 pemilih,” kata Endun.

Ia menyebutkan dari total calon pemilih di Jabar, sebanyak 5.847.939 laki-laki dan sebanyak 5.787.086 perempuan.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Jabar Rifqi Ali Mubarok mengatakan, bahwa angka tersebut hasil pemutakhiran data pemilih di setiap kabupaten dan kota yang melaksanakan Pilkada 2020.

“Pemutakhiran itu berasal dari 231 kecamatan, 2.159 desa/kelurahan, dengan jumlah TPS (tempat pemungutan suara) sebanyak 33.301 TPS,” kata Rifqi.

Selain itu, sambung dia, pihaknya juga telah menetapkan 50 calon atau 25 pasangan calon (paslon) dari delapan kabupaten dan kota.

Dari 50 calon tersebut, kata dia, calon yang tertua berusia 70 tahun, sedangkan calon termuda berusia 33 tahun. Seluruh calon itu sudah menempuh proses tahapan pencalonan.

“Selain tahapan berjalan baik, tahapan sesuai dengan jadwal program dan kegiatan yang diterapkan, kami juga sudah memastikan tahapan itu berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” pungkasnya. (mg1/tur)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top