Anggaran Kemanusiaan Tak Manusiawi

SALING BANTU: Tim relawan dan warga saling bergotong royong membersihkan sisa material akibat dampak banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Sukabumi belum lama ini.

BANDUNG – Anggaran bantuan sosial (bansos) yang disalurkan Pemprov Jabar untuk korban bencana banjir bandang di Kabupaten Sukabumi jauh dari harapan. Komisi V DPRD Jabar mendorong Pemprov untuk meningkatkan anggaran kepada Dinas Sosial (Dinsos).

Anggota DPRD Jabar, Iwan Suryawan mengaku sangat prihatin dengan alokasi anggaran yang disalurkan kepada para korban bencana banjir bandang di Sukabumi.

Bahkan, Komisi V telah mengadakan rapat perubahan anggaran 2020 dengan usulan mendorong Dinas Sosial agar mendapatkan anggaran yang sangat cukup mengatasi masalah-masalah yang tidak bisa diprediksi seperti bencana alam.

“Sementara saat ini posisinya anggaran Dinas Sosial masih kecil sekali, disinilah letak perhatian yang sangat kurang sekali dari Pemprov terkait dengan masalah-masalah sosial,” sesal Iwan, kemarin (27/9).

Iwan menyebutkan, jumlah anggaran dari Rp 120 miliar pada tahun 2020 yang terpaksa terkena refocusing hampir 40% lebih. Sehingga sisanya tinggal Rp 60 miliar.

“Artinya dalam situasi bencana seperti sekarang ini walaupun leading sektornya dilimpahkan ke Satgas Covid-19, tapi dinas sosial sebagai dinas yang memberikan layanan kepada masyarakat dalam masalah-masalah kemanusiaan, sosial, dan lain sebagainya, justru harusnya diperkuat,” jelasnya.

Legislator asal Kota Bogor ini juga menerangkan, bahwa perhitungan kemampuan dinas sosial Jabar baru sebatas membantu 3.000 kepala keluarga (KK) saja jika dirata-ratakan.

“Padahal di Jawa Tengah itu sampai 6.000 KK, Jawa Timur lebih tinggi lagi, DKI Jakarta lebih tinggi lagi, ini tidak tahu masalahnya dimana dan kita harus cari. Yang kita pahami dengan kondisi perhatian anggaran yang diberikan kepada dinas sosial itu sangat minim,” terangnya.

Tak hanya itu, dirinya pun menyoroti bantuan awal Pemprov Jabar kepada korban banjir bandang di Sukabumi yang hanya senilai Rp 25 juta jika ditotalkan.

“Itu yang kemarin kita angkat, siapkan dong harusnya ketika ada bencana (anggaran dan bantuan). Dianggaran perubahan dinsos baru mengajukan Rp 1,8 miliar tambahan,” terangnya.

Memasuki musim pancaroba, sejumlah bencana alam mulai menghantui Jabar. Beberapa waktu terakhir saja terjadi bencana banjir bandang di Sukabumi hingga hujan disertai es dan angin kencang yang terjang sejumlah daerah di Jabar. Bahkan di Bogor terdapat pohon tumbang timpa motor milik para pengemudi ojek online.

Banjir bandang menerjang wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Ratusan rumah terendam dan beberapa di antaranya mengalami kerusakan. Tiga orang hanyut dan ditemukan tak bernyawa.

Dua orang awalnya ditemukan lebih dahulu oleh aparat gabungan dalam kondisi tak bernyawa. Tak lama kemudian korban terakhir atas nama Jajo,25, ditemukan pada radius 19 kilometer dari lokasi kejadian juga ditemukan tewas.

“Korban ditemukan dengan kondisi meninggal dunia pada radius 19 kilometer. Korban ditemukan pada pencarian hari keempat. Pagi tadi tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi area menjadi 2 (dua) dimana SRU pertama melakukan penyisiran di sepanjang sungai Cicatih menggunakan rafting boat hingga sejauh 20 KM dari lokasi kejadian dan SRU kedua melakukan pencarian melalui jalur darat hingga sejauh 10 KM,” kata Hendra Sudirman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC).

Terpisah, Komandan Penanggulangan Darurat Bencana sekaligus Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo mengatakan korban ditemukan dalam kondisi jenazah utuh.

“Korban sudah diketemukan An Andang Umur 23th sesuai Info Keluarga di Tasikmalaya,ditemukan di Desa Sundawenang Kampung Suweng Kecamatan Parungkuda jenazah utuh,” ujar Danang. (mg1/bbs/drx)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top