Penyelewengan Bansos Terstruktur

BANDUNG – Kasus penyelewengan bantuan sosial (bansos) terkait pandemi Covid-19 mencuat ke publik. Hal itu setelah Polda Jabar menerima aduan masyarakat di berbagai daerah soal adanya oknum aparat di tingkat wilayah hingga pejabat setara kepala dinas (kadis).

Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar, Kombes Pol Yaved Duma membenarkan soal laporan masyarakat terkait dugaan penyelewengan dana bansos. Dia menyebutkan, saat ini tengah menangani 13 laporan terkait penyelewengan tersebut.

Dugaan penyelewengan dana bansos itu, tegas dia, melibatkan mulai dari ketua RT hingga kepala dinas (kadis). “Terlapornya macam-macam. Dari mulai camat, kepala desa, ketua RT, perangkat desa, hingga kepala dinas,” kata Kombes Pol Yaved Duma, Rabu (29/7).

Sejauh ini, ujar dia, 13 kasus itu masih dalam penyelidikan. Penyidik sudah meminta keterangan pada sejumlah pihak terkait. Dari pemeriksaan awal itu, terungkap motif dugaan penyalahgunaan bansos tersebut.

“Modus para pelaku juga bermacam-macam. Mulai dari ada bansos isinya daging diganti jadi abon. Bansos tunai diganti jadi sembako, bansos beras diganti beras kualitas murah sampai pemotongan dana,” tegasnya.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top