Pasien Covid-19 Mulai Terkendali

LAKUKAN PEMERIKSAAN: untuk memutus mata rantai penyebaran pirus korona, Petugas kesehatan kota Cimahi terus melakukan tes swab kepada masyarakat.

CIMAHI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi menungkapkan, hingga saat hingga saat ini, sudah mengirimkan sebanyak 1.723 spesimen hasil swab warga Kota Cimahi untuk mematiskan paparan Corona Virus Disease (Covid-19).

Sekretaris Dinkes Kota Cimahi, Chanifah Listyarini mengatakan, hasil swab itu tercatat dilakukan sejak awal ditemukannya kasus Covid-19 di Kota Cimahi. Hasilnya, hanya 88 orang saja yang terkonfimasi positif terpapar virus tersebut. ”Hasilnya kan sampai saat ini ada 88 yang terkonfirmasi positif,” kata Listyarini saat dihubungi, Minggu (14/6).

Sementara yang dilakukan rapid test tercatat sudah mencapai 5.642 orang. Rinciannya, pengadaan rapid test dari Pemkot Cimahi sebanyak 5.206 orang, secara mandiri seperti oleh perusahaan sebanyak 496 orang. ”Reaktif yang difasilitasi pemerintah 123, kalau yang mandiri seperti perusahaan reaktif 14. Kita langsung swab, hasilnya sudah termasuk yang 88 total positif,” jelasnya.

Rini sapaan Chanifah Listyarini, menjelaskan, kasus Covid-19 di Kota Cimahi sendiri mulai bisa dikendalikan. Hingga saat ini, dari 88 orang yang terkonfimasi positif, 44 orang 44 atau 50,00 persen sudah dinyatakan sembuh. Jumlah itu melampaui pasien yang masih terkonfirmasi positif aktif yang mencapai 41 orang atau 46,59 persen. Kasus meninggal atau fatality ratenya pun dinilai cukup rendah. Ada 3 orang 3,41 persen yang meninggal akibat paparan virus tersebut. Alhasil, Kota Cimahi kini masuk zona biru.

”Kesembuahn kita sudah 50 persen. Saya optimis naik karena pasien positif hamper gak ada masuk perawatan merah,” akunya.

Ke depan, kata Rini, pihaknya akan menyasar masyarakat yang mengalami gejala Influenza Like Illness (ILI). Gejala tersebut akan disaring sejak dari rumah sakit dan Puskesmas, dan nantinya akan dilakukan swab test. Sebetulnya penapisan masyarakat yang terkena ILI sudah dilakukan sejak lama namun hanya dipantau saja. Namun ke depan akan langsung dilakukan swab test untuk mencegah penularan Covid-19.

”Gejalanya itukan batuk, pilek, sakit tenggorokan, susah nelan, sesak. Menyerupai tanda tanda Covid-19. Kita akan melakukan penapisan di Puskemas dan rumah sakit adalah paisen ILI,” jelasnya.

Kemudian dalam penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang bersamaan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial di Kota Cimahi, Dinas Kesehatan Kota Cimahi akan mengikuti arahan WHO dengan mengetes 1/1.000 penduduk setiap pekannya.

Artinya, jika penduduk Kota Cimahi ada sekitar 600 ribu jiwa, akan ada sekitar 600 jiwa setiap pekannya yang akan dilakukan swab test. Angka itu diharapkan akan tercapai dengan keberadaan Laboratorium

Poltekkes yang rencananya mulai beroperasi pekan depan. ”Untuk Cimahi penduduk dibulatkan kita targetkan 600 per pekan. Sehari 100 ini yang harus lakukan terus secara masif,” tuturnya.

Pihaknya juga akan fokus melakukan penapisan di titik kerumunan dengan melaksanakan rapid test. Seperti di pasar tradisional. Jika hasilnya reaktif, pihaknya akan langsung melakukan swab untuk memutus penularan Covid-19. ”Kalau untuk rapid kita kejar di kerumunan karena rata-rata penularan itu ada di kermunan-kerumunan dan kontak erat. Kami juga akan mengutamakan yang PDP-ODP yang dirawat dan yang ditemukan di Puskemas,” ujarnya.

Selain dengan melakukan swab dan rapid test, Rini meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, mencuci tangan hingga jaga jarak. Sebab menurutnya cara itu akan efektif memutus penularan Covid-19 apabila terus dilakukan masyarakat. ”Kuncinya jaga jarak, pakai makser, cuci tangan mutlak harus kita lakukan,” pungkasnya.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top