Cimahi Perpanjang PSBB Berdampingan dengan New Normal

Ajay Priatna, Wali Kota Cimahi

CIMAHI – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cimahi bakal diperpanjang, namun hanya akan dilaksanakan secara parsial pada tingkat Rukun Warga (RW) yang memiliki kasus positif aktif Corona Virus Disease (Covid-19).

Pengumuman penting tersebut disampaikan langsung Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna pada Rabu (10/6/2020). Perpanjangan PSBB akan berdampingan dengan penerapan era new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). ”PSBB memang mau selesai, tapi dipastikan diperpanjang dengan perspektif yang berbeda,” katanya saat ditemui, Rabu (10/6).

Menurut Ajay, PSBB parsial tetap perlu diterapkan sebagai antisipasi meluasnya penyebaran kasus Covid-19. Di sisi lain, pihaknya juga akan menerapkan new normal karena perekonomian dan kehidupan sosial mesti harus berjalan. ”Kita juga Insya Allah akan menerapkan new normal bersamaan dengan PSBB parsial,” tuturnya.

Menjelang new normal, Ajay memprioritaskan pembukaan tempat peribadatan dan mengizinkan pelaksanaan salat berjamaah. Namun salat Jumat di masjid baru bisa dilaksanakan pada Jumat tanggal 19 Juni.

”Jadi yang pertama dibuka itu tempat peribadatan, karena orang-orang sudah rindu datang ke masjid. Nanti tetap wajib menerapkan protokol kesehatan. Jumatan baru bisa dilaksanakan Jumat nanti, karena Jumat sekarang hari terakhir PSBB,” tegasnya.

Selain soal pembukaan tempat peribadatan, Ajay juga sudah melaksanakan pembahasan soal operasional semua pusat perbelanjaan dan restoran di Cimahi namun tetap dengan batasan jam operasional. ”Pusat perbelanjaan, kafe, dan restoran bisa beroperasi, tapi teknisnya masih dibahas. Misalnya soal pembatasan, pengaturan tempat duduk, dan jam operasional. Kita inginnya sampai jam 5 sore, tapi nanti akan dibahas lagi,” jelasnya.

Selama new normal diterapkan, Dinkes Cimahi diarahkan untuk terus melakukan rapid test dan swab test massal untuk memetakan penyebaran Covid-19. Apalagi beberapa waktu lalu ada seorang pedagang pasar tradisional yang terpapar virus tersebut.

”Yang jadi prioritas kita pelaksanaan swab test di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan. Karena di Cimahi sempat ada Klaster Pasar Antri dan di Bandung juga ada, Pak Gubernur Jabar meminta pasar diwaspadai jadi sumber penularan dan dimasifkan pelaksanaan testnya,” pungkasnya.(mg3/rus)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top