Tarif Bebas Korona Meroket

BANDUNG – Seorang warga asal Rancaekek Kabupaten Bandung, Muhamad Furqon,27, mengeluhkan soal tarif pembuatan surat bebas COVID-19 yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit. Bahkan, tarif tersebut mulai dari Rp 400 ribu sampai jutaan rupiah.

Diketahui sebelumnya, beberapa rumah sakit seperti Santo Borromeus memasang tarif Rp 450 ribu dan Rumah Sakit Advent Bandung Rp 350 ribu sampai Rp 2,2 juta.

“Bagi saya surat tersebut sangat dibutuhkan, karena surat tersebut sebagai syarat untuk kembali melaksanakan pekerjaan yang di luar kota,” keluh Furqon saat ditemui Jabar Ekspres, Senin (8/6).

Furqon mengaku, dengan tarif yang cukup mahal tersebut sangat memberatkan bagi masyarakat kecil seperti dirinya. Sebab, kata dia, baginya tarif tersebut sangat berlebihan.

“Ya jangan segitu juga, itukan cuman bisa digunakan untuk beberapa hari saja, jika saya pulang pergi misalnya, sudah sejuta dalam sekali perjalanan, karena pasti kalau sudah sampai di kota tersebut lalu pulang lagi, pasti harus buat surat lagi kan,” katanya.

Dirinya berharap pemerintah bisa menyediakan surat bebas Covid-19 untuk keperluan bagi masyarakat atau perantau yang bekerja, sehingga tidak merasa terbebani.

“Mudah-mudahan ada kebijakan pemerintah untuk menggratiskan surat tersebut untuk bekerja, sementarakan surat itu bisa digunakan untuk berwisata juga,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Berli Hamdani menegaskan, ketentuan tarif yang dikeluarkan rumah sakit belum ada aturannya baik dari Kemenkes maupun Dinkes.

“Sampai saat ini belum ada aturan dari Kemenkes maupun dari Dinkes, karena harus ada dasarnya dulu dari Kemenkes. Jadi masih berdasarkan modal yang harus dikeluarkan oleh rumah sakit yang melakukan pemeriksaan,” katanya.

Disinggung mengenai alat rapid test milik Pemprov Jabar yang tersedia 300.000 alat, pihaknya menjelaskan bahwa alat tersebut telah dibagikan ke masing-masing kota/kabupaten.

“Jadi rumah sakit yang swasta itu beli sendiri. Kalau yang RSUD beli oleh kota/kab masing-masing. Yang provinsi sampai saat ini masih ada 80.000-an di Logistik Kesehatan Gugus Tugas dan baru 47.000-an yang disebar di kab/kota,” katanya.

Mengenai surat bebas Covid-19 bisa memakai kartu BPJS, pihaknya mengatakan tidak bisa. Sebab, BPJS hanya menanggung yang terkonfirmasi positif dan dirawat di Rumah Sakit.

“Memang salah satu manfaat surat bebas COVID itu untuk berwisata, hanya lokasinya tertentu misalnya Pangandaran dan untuk wisata outdoor,” imbuhnya.

“Yang lain tentu saja lebih prioritas untuk keperluan kedinasan, kesehatan, pemenuhan kebutuhan pokok, dan keperluan lain yang dikecualikan dalam PSBB Proporsional atau PSBM,” pungkasnya. (mg1/drx)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top