Tidak Panik, Hadapi PSBB Dengan Tenang

PASTIKAN PSBB: Bupati Bandung Dadang M. Naser (kedua kanan) didamping Dandim 0624 Kabupaten Bandung dan Kapolresta Bandung saat meninjau titik check point di Wilayah Kacamatan Bojongsoang.

SOREANG – Petugas gabungan Polresta Bandung, Kodim 0624, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung, melakukan pemeriksaan di 17 titik check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Parsial.

Bupati Bandung Dadang M. Naser mengatakan, pemeriksaan dilakukan terhadap arus kendaraan orang dan barang dari dan ke dalam wilayah Kabupaten Bandung. ”Pada hari pertama, dibeberapa titik masih terpantau padat kendaraan. Saat dilakukan pemeriksaan, ada beberapa pengendara yang ditegur karena penumpang berdesakan. Dan masih ada pengendara yang tidak menggunakan masker,” Dadang saat meninjau titik check point di Wilayah Kecamatan Bojongsoang, Rabu (22/4).

Menurut Dadang, para pengendara kendaraan roda dua, dalam aturan PSBB disarankan tidak berboncengan. ”Kalaupun berboncengan, keduanya harus satu alamat, itu masih ada toleransi. Aturan juga mentolerir arus kendaraan barang pengangkut bahan kebutuhan pokok,” jelasnya.

Dadang menjelaskan, dalam penerapan PSBB dirinya mengimbau semua masyarakat untuk tetap diam di rumah. Bila ada keperluan mendesak harus keluar rumah, harus menerapkan Standard Operational Procedure (SOP) pencegahan penyebaran covid-19. ”Jaga jarak, CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) sesering mungkin, bermasker saat keluar rumah. Begitu pula di perusahaan atau pabrik yang masih tetap berjalan, saya juga minta terapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19,” tuturnya.

Dia menjelaskan, Kabupaten Bandung terapkan PSBB parsial di 32 desa dan 3 kelurahan di 7 Kilayah Kecamatan. Namun tidak berarti wilayah lain tidak dipantau. ”Saya tekankan selama PSBB ini, hadapi dengan tenang dan tidak panik. Kepada seluruh masyarakat, mohon disiplin dan sadar, bahwa ini adalah upaya untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19,” akunya.

Selain itu, Dirinya berpesan kepada petugas yang tengah menjalankan pemeriksaan di seluruh titik check point. ” Jaga kondisi kesehatan, tetap laksanakan tugas sesuai SOP dan selalu pake APD (Alat Pelindung Diri). Jangan sampai petugas yang menjalankan tugas menangani penyebaran covid-19 malah sakit,” tegasnya.

Tedi (35) seorang pengendara roda dua, mengaku telah mengetahui adanya pelaksanaan pemeriksaan arus orang dan barang di Kabupaten Bandung itu. Ia yang tinggal di Kota Bandung dan bekerja di kawasan Soreang, telah menyiapkan diri dengan membawa surat tugas dari tempatnya bekerja.

”Kebetulan saya sudah mengetahui tentang PSBB ini melalui medsos (media sosial). Instansi tempat saya kerja juga sudah membekali dengan surat tugas. Kebetulan tadi petugas di check point tidak memberhentikan, karena saya sudah memakai masker,” pungkasnya.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top