Kecamatan Ujung Berung Awasi Terus Pusat Keramaian dan Daerah Perbatasan Kota

BANDUNG – Berkaitan dengan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di hari pertama, Kecamatan Ujungberung terus melakukan himbauan dan peringatan kepada warga.

Sekretaris Kecamatan Ujungberung Abriwansah Fitri mengakui, di kawasan alun alun Ujung berung memang menjadi titik keramain. Bahkan disitu terdapat pasar tradisional.

Untuk itu, agar masyarakat tidak melakukan kerumunan jajaran kecamatan sudah turun langsung untuk melakukan himbauan dengan pendekatan persuasif.

“Kita sudah menyiapkan posko gugus tugas di kecamatan dan kelurahan,’’kata Abriwansah kepada Jabar Ekspres, Kamis (23/4).

Untuk melakukan tugas itu, lanjut dia, pihaknya sudah membuat rencana kerja yang dirangkaikan dengan pemberian tugas masing-masing keanggotaan gugus tugas.

BANDUNG – Berkaitan dengan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di hari pertama, Kecamatan Ujungberung terus melakukan himbauan dan peringatan kepada warga.

Sekretaris Kecamatan Ujungberung Abriwansah Fitri mengakui, di kawasan alun alun Ujung berung memang menjadi titik keramain. Bahkan disitu terdapat pasar tradisional.

Untuk itu, agar masyarakat tidak melakukan kerumunan jajaran kecamatan sudah turun langsung untuk melakukan himbauan dengan pendekatan persuasif.

“Kita sudah menyiapkan posko gugus tugas di kecamatan dan kelurahan,’’kata Abriwansah kepada Jabar Ekspres, Kamis (23/4).

Untuk melakukan tugas itu, lanjut dia, pihaknya sudah membuat rencana kerja yang dirangkaikan dengan pemberian tugas masing-masing keanggotaan gugus tugas.

Menurutnya, masyarakat cenderung keluar rumah di saat menjelang buka puasa untuk melakukan kegiatan ngabuburit. Dia sangat khawatir apabila nantinya masyarakat membeludak untuk melakukan kegiatan tersebut.

“Kita nanti mencoba membuat himbauan yang akan disampaikan kepada pedagang-pedagang, yang dikhawatirkan mereka belum mendapatkan sosialisasi. Berikutnya kita sampaikan pola-pola bagaimana berdagang yang baik, misalkan dengan cara take away (dibawa pulang), menjaga jarak, atau mungkin menyiapkan tempat untuk cuci tangan,” paparnya.

Untuk menindaklanjuti pengendara yang tidak menggunakan masker ataupun sarung tangan saat PSBB, Abri mengatakan pihaknya memanfaatkan donatur untuk membagikan masker secara gratis.

“Kemarin kita sudah beberapa kali memberikan masker gratis kepada masyarakat yang lewat. Hal itu juga akan dilaksanakan saat PSBB berlangsung,” pungkasnya.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top