Emil Minta Ajay Evaluasi Pelaksanaan PSBB

BAHAS EVALUASI: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) nampak sedang berbincang-bincang dengan Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna terkait pelaksanaan PSBB di hari pertama.

CIMAHI – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cimahi belum berjalan sebagaimana mestinya. Untuk itu, pria yang akrab dipanggil Emil itu meminta Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna mengevaluasi pelaksanaan PSBB dihari pertama.

”Saya melihat kondisi masyarakat masih melakukan aktivitas layaknya seperti hari biasa. Seharusnya kondisi jalan-jalan yang ada tidak ramai seperti sekarang. Mobilitas penduduk juga masih sangat tinggi,” kata Emil, saat meninjau Pos check point Covid-19, di Jalan Kebon Kopi, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Rabu (22/4).

Pada kesempatan tersebut, tampak Emil melakukan diskusi dengan Walikota Cimahi, Kapolres Cimahi AKBP M.Yoris Maulana Yusuf Marzuki, Dandim 0609 Cimahi Letkol Arh Teguh Waluyo dan Kepala Dinas Kesehatan dr.Pratiwi yang disaksikan oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi.

Tingginya mobilitas penduduk diduga karena masih ada pabrik yang tetap beroperasional dan tidak meliburkan karyawannya. Padahal sesuai ketentuan pabrik yang masih boleh beroperasi adalah industri yang dikecualikan.

”Mereka (karyawan pabrik) harus ada surat keterangan dari pihak perusahaan, kalau memang mereka bekerja di pabrik industri yang dikecualikan (masih boleh beroperasi),” terangnya.

Tidak hanya itu, Emil juga menegaskan, jika warga yang akan bepergian harus mengantungi surat keterangan dari ketua RT setempat.

”Izin diberikan sesuai keperluan. Apakah memang penting atau tidak. Itu yang belum kita terapkan, nanti akan dibahas saat rapat evaluasi,” jelasnya

Menurut orang nomor satu di Jabar ini, bila warga dibebaskan bepergian maka kegiatan PSBB dapat dipastikan gagal dan harus dievaluasi kembali.

”Saya tidak berharap kejadian seperti PSBB di Jabodetabek yang dipastikan gagal karena tidak melakukan pembatasan sesuai standar operasional prosedurnya,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ajay mengaku, bakal melakukan evaluasi dengan menambah titik check point dibeberapa ruas jalan.

”Penambahan titik (check point) untuk menekan mobilitas masyarakat demi mensukseskan PSBB,” papar Ajay.

Ajay mengakui, jika pelaksanaan PSBB di hari pertama masih harus dievaluasi, sebab masih banyak yang harus disempurnakan.

”Memang faktanya di jalanan masih ramai,” ucapnya.

Dia menyebutkan, ada beberapa ruas jalan yang bakal ditutup. Jalan-jalan tersebut adalah Jalan Kebon Kopi, Jalan Gandawijaya dan Jalan Pesantren.

”Tadi dibahas pak Gubernur Jabar dan Kapolda Jabar agar Kebon Kopi ditutup. Karena masih banyak warga melintas. Sekarang baru ada 13 titik check point, nanti ditambah. Alhamdulillah di wilayah sudah mulai bagus, masyarakat sudah menjaga satu sama lain. Tapi di jalan yang masih ramai,” ucapnya.

Dia menjelaskan, titik checkpoint dan pos tersebut berfungsi sebagai pengontrolan akses keluar masuk kendaraan dari dan menuju Kota Cimahi.

”Kami tetap menerapkan physical distancing di dalam kendaraan sehingga kapasitas maksimal hanya 50 persen. Untuk motor juga diperiksa, kalau berboncengan dan KTP tidak sama kemungkinan akan diturunkan,” tegasnya.

Ajay menegaskan ada sanksi jika masyarakat melanggar aturan pelaksanaan PSBB.

”Tapi untuk hari pertama hingga hari ketiga, kita hanya akan memberikan sanksi teguran saja,” pungkasnya.(ziz)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top