Mahasiswa Semester Akhir Bebas Biaya

RAIH PRESTASI: Regita Anggia (20) dari Program Studi Ilmu Komunikasi Unpad, terpilih sebagai wisudawati terbaik pada wisuda gelombang II tahun akademik 2019 lalu dengan IPK 4,00.

BANDUNG– Di tengah pan­demi Covid-19, Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung membebaskan biaya kuliah bagi mahasiswa semester akhir. Baik jenjang S1, S2 maupun S3. Tak hanya itu, Unpad juga secara resmi memperpanjang masa studi bagi mahasiswa tersebut. Ha­nya saja untuk mendapatkan bebas biaya kuliah, maha­siswa harus memenuhi per­syaratan yang sudah ditentu­kan oleh pihak kampus.

“Kebijakan ini untuk maha­siswa yang seharusnya lulus di semester berjalan, tetapi mendapat kendala terutama terhambat dampak wabah Covid-19, sehingga tidak da­pat menyelesaikan studi tepat waktu,” ujar Kepala Kantor Komunikasi Publik Dandi Supriadi, Selasa (20/4).

Dandi menjelaskan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi mahasiswa itu agar bisa memperoleh kebijakan tersebut. Pertama, mahasiswa tahun terakhir yang sudah memasukkan mata kuliah tugas akhir seperti skripsi, tesis, disertasi, atau bentuk tugas akhir lainnya ke dalam kontrak perkuliahan.

“Usulan mengenai risetnya sudah mendapat persetujuan dari dosen pembimbing atau promotor setidaknya di awal semester ganjil ini,” jelasnya.

Kedua, lanjut Dandi, maha­siswa di tahun terakhir yang memenuhi syarat pertama, tetapi mengalami hambatan dalam pengerjaan dan penye­lesaian tugas akhirnya. Ham­batan yang dimaksud kata Dandi, dapat berupa kesulitan mencari data di lapangan karena adanya pembatasan akses, kesulitan melakukan pembimbingan jarak jauh di masa Work from Home (WFH).

“Atau hambatan karena dam­pak kesehatan berupa terpa­parnya mahasiswa atau dosen pembimbing oleh virus kor­ona,” imbuhnya.

Adapun syarat yang ketiga adalah, kebijakan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang sudah menyelesaikan proses pembimbingan tetapi tidak sempat mendaftar sidang di semester berjalan.

Hal ini kata dia, berlaku un­tuk sidang skripsi mahasiswa program sarjana atau sarjana terapan. Kemudian ujian te­sis atau ujian akhir lainnya untuk mahasiswa program profesi, magister, atau spe­sialis. Termasuk Penelaahan Naskah Disertasi (PND) atau Sidang Promosi Doktor (SPD) untuk mahasiswa program Doktor.

“Jadi, kebijakan perpan­jangan masa studi dan pem­bebasan Uang Kuliah Tung­gal (UKT) atau Biaya Penyel­enggaraan Pendidikan (BPP) di Unpad difokuskan untuk mahasiswa tingkat akhir,” terangnya.

Sebab katanya, kegiatan belajar mengajar, seperti layanan pembelajaran, UTS/UAS, ujian sidang, usulan penelitian ataupun tugas akhir bagi mahasiswa yang belum masuk batas akhir masa stu­di tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Namun, pelaksanaan­nya dialihkan ke perkuliahan jarak jauh dengan sistem da­ring.

Rektor Unpad Prof Rina In­diastuti menambahkan, kon­disi berbeda sangat mungkin terjadi kepada mahasiswa semester akhir. Risiko terjadi­nya hambatan bagi kelompok mahasiswa di batas akhir studi untuk menyelesaikan tugas akhir, skripsi, tesis, atau disertasi di masa kedaruratan ini cukup besar.

“Itu sebabnya diberikan perpanjangan batas masa studi selama satu semester dan dapat diberikan pembe­basan kewajiban membayar UKT/BPP, jika minimal sudah memiliki usulan riset yang sudah disetujui dosen pem­bimbing,” kata Rina.

Rina menyebut, sampai saat ini tercatat masih ada 722 orang mahasiswa tahun terakhir program Sarjana, Sarjana Te­rapan, Magister, dan Doktor yang masih aktif dan belum menyelesaikan studinya.

Namun kata dia, belum tentu semua mahasiswa dapat memperoleh perpanjangan masa studi ataupun pembe­basan UKT/BPP. Untuk menda­patkan kebijakan ini, maha­siswa bersangkutan harus menyampaikan surat permo­honan pengajuan perpan­jangan batas studi kepada dekan fakultasnya. Kemudian imbuhnya, dekan akan me­rekomendasikan nama-nama mahasiswa yang memenuhi syarat setelah dilakukan ve­rifikasi akademik.

“Konsekuensinya, jika pada saat perpanjangan batas studi berakhir, ternyata mahasiswa yang direkomendasikan tidak dapat menyelesaikan studinya, ia dianggap mengundurkan diri,” tegas Rina.

Lebih jauh Rina menekankan, agar proses penyelesaian studi ini jangan sampai ter­hambat. Hingga Agustus 2020, mahasiswa yang sedang me­nyelesaikan tugas akhir, skripsi, tesis, maupun diser­tasi didorong untuk mendapat layanan.

“Baik bimbingan, penelaa­han, sampai dengan ujian sidang dengan menggunakan metode elektronik melalui media dalam jaringan,” ung­kapnya.

Kebijakan perpanjangan masa studi ini tertuang dalam Surat Keputusan Rektor Nomor 367/UN6.RKT/KEP/HK/2020 tentang Kegiatan Belajar Mengajar di Masa Kedarura­tan Kesehatan Masyarakat di Lingkungan Universitas Pad­jadjaran.

Dalam SK tersebut, selain perpanjangan masa studi, mahasiswa yang memenuhi syarat dibebaskan dari kewa­jiban membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP).

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top