Pasar Tutup, Industri Jalan Terus

ILUSTRASI: CEK KESEHATAN: Sejumlah pegawai di salahsatu perusahaan mendapat pengawasan ketat dengan memberikan hand sanitizer untuk mencegah penularan virus korona yang saat ini kasusnya terus melonjak.

BEKASI– Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Aria Dwi Nugraha menyoroti soal masih belum patuhnya sejumlah pelaku usaha seperti pabrik atau perusahaan yang masih beroperasi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai diterapkan. Akibatnya, banyak masyarakat atau pekerja yang masih berkerumun, padahal kawasan industri mayoritas berada di zona merah Covid-19.

Untuk diketahui, meski Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menerapkan PSBB sejak Rabu (15/4), namun di lapangan terlihat masih banyaknya sejumlah perusahaan di kawasan industri yang tidak meliburkan karyawannya. Akibatnya, penumpukan kendaraan masih saja terjadi terutama di jam-jam sibuk.

“Sebenarnya kajian PSBB di Kabupaten Bekasi seperti apa? Kenapa pasar tradisional ditutup. Dan hari ini pertama PSBB saya dapat laporan masih ada pabrik di kawasan industri masih tetap dibiarkan dibuka,” kata Aria, kemarin (16/4).

Aria mengaku, berkaitan dengan kajian PSBB, sebagai Ketua DPRD dirinya tidak pernah diajak komunikasi perihal kajian tersebut, termasuk persiapan PSBB dan bagaimana teknis pelaksanaannya di Kabupaten Bekasi.

Bahkan, kata Aria, karyawan atau buruh yang bekerja di pabrik Kabupaten Bekasi harusnya juga mendapat perlindungan saat PSBB sekarang ini.

“Saya prihatin dengan kondisi PSBB, seperti apa sih bentuk kajian PSBB di wilayah kita. Itu salah satu bentuk keprihatinan saya,” tandas Aria.

PSBB yang resmi dimulai pada Rabu (15/4), tampak belum begitu optimal di kawasan Bekasi. Suasana terlihat seperti hari-hari biasa yang masih ramai dengan lalu lintas kendaraan.

Kapolres Metro Bekasi Hendra Gunawan SIK, M.Si bersama Wakapolres Bekasi AKBP Richson PM Situmorang, S.I.K beserta jajarannya mengecek langsung beberapa tempat cek poin.

Kassubag Humas Polres Metro Bekasi menjelaskan, jajarannya bersama unsur Tiga Pilar melakukan sosialisasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan di sekitar cek poin tersebut.

“Di sana anggota juga melakukan penindakan dan teguran kepada masyarakat yang masih melanggar ketentuan PSBB dengan cara humanis. Kemudian kita juga membagikan masker kepada penguna jalan yang belum memakai masker,” kata Sunardi.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top