UN Ditiadakan, Berpisah Tanpa Pelukan, Siswa Utarakan Kesedihan

KENANGAN DISEKOLAH: Beberapa siswa sedang melakukan kegiatan belajar bersama di sekolah

BANDUNG – Bagi para siswa sekolah yang hendak lulus, saat  ini merupakan tahun kesedihan yang mendalam. Sebab, dari jenjang Sekolah SMP dan SMA, mereka tidak merasakan Ujian Nasional (UN).

Padahal, UN merupakan salah satu syarat kelulusan. Tapi saat ini, mau tidak mau harus dibatalkan mengingat saat ini Indonesia sedang menghadapi darurat Covid-19.

Seorang siswa SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Timur Jambi, Vannda Reynaldi menuangkan keluh kesahnya ke dalam sebuah video yang dia unggah melalui aplikasi youtube.

Dalam video yang berdurasi dua menit tersebut, Vannda menceritakan tentang perpisahan sekolah yang harus dia dan mungkin juga rekan-rekannya yang lain lewati di tengah pandemi Covid-19.

Dalam videonya, Vannda mengatakan bahwa angkatan 2020 merupakan angkatan pertama yang lulus tanpa UN, bertemu dengan pelukan dan berpisah tanpa berjabat tangan. Video yang diunggah pada satu pekan yang lalu ini sudah ditonton oleh lebih dari 58 ribu, dan disukai sebanyak 2.9 ribu.

“Narasi di dalam video tersebut merupakan gabungan dari beberapa sumber. Ada yang dari internet, ada juga kiriman dari teman, sisanya saya tambahin sendiri,” ujar Vennda kepada Jabar Ekspres (7/4).

Vennda juga mengungkapkan kesedihannya ketika tidak bisa bertemu dengan teman-teman sekolahnya, atau bahkan mengadakan kegiatan perpisahan seperti jalan-jalan.

Kendati demikian, dia tetap berharap kejadian ini mampu membuat dia dan orang-orang di sekitarnya bersikap lebih tegar dan semangat dalam menggapai mimpi. Dia merasa selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa.

Hal serupa juga dirasakan oleh Vera Nurmaya yang saat ini duduk di kelas XII. Siswi SMKN 10 Bandung ini juga merasakan kesedihan tersendiri mengingat adanya pembatalan UN dan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang mengharuskan dia tidak bertemu bersama teman-temannya untuk sementara waktu.

Sebagai kelas 12 ada rasa sedih dan kecewa karena UN ditiadakan karena menurut aku sih itu puncaknya selama sekolah 3 tahun SMK.

Untuk acara perpisahan dengan teman temen udah pasti sedih karena kita belum waktunya untuk berpisah tapi ya tidak disangka berpisah karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk berkumpul.

’’Ya kami berpisah tanpa berpelukan dan berjabat tangan dengan guru yangs selama ini membimbing, sama temen tuh sedih banget,” ungkap Vera.

Meskipun dalam kesedihan, Vera tetap memetik pelajaran dari kejadian ini. Seperti semakin menjaga kebersihan dan menjadi renungan sebagi ujian dari Tuhan, banyak berintrospeksi diri dan melakukan ibadah.

Senada dengan Vera, Dinda Nisa Nursyifa yang merupakan siswi kelas XII di MAN 2 Bandung merasakan kesedihan yang serupa.

“Dengan adanya kejadian ini kita bisa lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, diri sendiri, dan keluarga khususnya dalam menjaga kebersihan. Tak hanya itu, kita bisa lebih memperhatikan kembali masalah kebersihan dan mendekatkan diri kepada Allah serta keluarga,” tandasnya.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top