Rapid Test Masal di GBLA Gagal

GELAR AKSI: Warga sekitar area Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) beramai-ramai mendatangi lokasi dimana akan dilaksanakan rapid test masal. Mereka menolak pelaksanaan test tersebut dilakukan di GBLA.

BANDUNG – Warga Kelurahan Rancanumpang RW 01 dan RW 02 menggalkan pelaksanaan rapid test Covid-19 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar). Hal tersebut dilakukan karena warga menilai kebijakan tes cepat untuk mendeteksi infeksi virus tersebut seperti menebar teror ditengah kekhawatiran masyarakat.

Sebelumnya, Peprov Jabar bersama Pemkot Bandung berencana melaksanakan rapid test masal pada Kamis dan Jumat, 2-3 April 2020 di area Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kecamatan Gedebage.

Dikutip dari ayobandung.com, Asep Sofyan salah seorang tokoh masyarakat sekaligus mewakili warga setempat dengan tegas menolak rencana test masal tersebut. Sebab, dia menganggap wabah tersebut sudah menjadi teror bagi semua masyarakat.

”Tapi kok malah seenaknya mau melakukan tes di sini,” kata Asep, di lokasi, Kamis (2/4)

Menurutnya, apabila tes masal tersebut dilaksanakan, maka potensi penyebaran virus itu semakin terbuka. Lantaran akan banyak orang dari luar daerah yang masuk. Selain itu, kondisi kesehatan para pendaftar tes cepat tersebut belum diketahui secara jelas statusnya.

”Intinya kami menolak tes masal ini,” tegasnya.

Selain rapid test Covid-19, yang dianggap mengancam kesehatan warga, pihaknya sangat menyayangkan sikap pemerintah, yang terkesan seenaknya dalam melakukan kegiatan. Padahal menurutnya, dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan pada tingkat apapun, seharusnya aparatur kewilayahan dari muspika, lurah, RT, dan RW mendapat sosialisasi terlebih dahulu.

”Rapid test yang akan dilaksanakan itu, tidak diketahui juga oleh kapolsek maupun danramil. Parahnya lagi, pihak kelurahan pun, hanya diberikan surat tembusan saja,” terangnya.

Meski melakukan penolakan, lanjut Asep, bukan berarti pihaknya menolak upaya pemerintah dalam pencegahan virus Wuhan itu. Namun, masih banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah tanpa harus melakukan tes masal di area GBLA.

”Apakah tidak ada cara lain. Tes kan bisa dilakukan di tiap kecamatan, dengan memanfaatkan puskesmas yang ada. Sehingga tidak perlu lagi mengumpulkan massa yang nantinya malah menambah ketakutan warga,” tuturnya.

Sementara itu, minimnya koordinasi serta sosialisasi kegiatan rapid tes di GBLA, disayangkan pula oleh jajaran kepolisian setempat. Kapolsek Gedebage, Kompol Oesman Imam mengatakan, pihaknya baru mengetahui adanya rencana pemeriksaan kesehatan itu, setelah terlihat kerumunan orang di sekitar area stadion yang semakin banyak.

”Saya baru tahu siang hari. Katanya akan ada rapid test,” katanya.

Oesman menyebutkan, dikarenakan ada penolakan dari warga, rapid tes Covid-19 pun dipindahkan ke tempat lain oleh Pemkot Bandung.

”Tapi sudah dibatalkan, dialihkan ke tempat lain,” tandasnya.

Selanjutnya Rapid Test masal tersebut tetap dilaksanakan pada Kamis 2 April 2020 di Stadion Jalak Harupat. Hal tersebut disampaikan langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna sebagai Ketua Harian Tim Gugus Tugas Penanganan Corona (Covid-19).

”Memang nggak jadi (di GBLA) tapi kita bisa pastikan pindah ke Stadion Si Jalak Harupat,” kata Ema.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dirinya dari Kadinkes Kota Bandung pelaksanaan test tetap dilaksanakan pada Kamis (2/4).

”Berdasarkan laporan Bu Kadis, hari ini juga (pelaksanaan rapid test masal dilakukan),”singkatnya.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top