ESDM Akan Pasang 20 Ribu Listrik Secara Gratis

GELAR DISKUSI: Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jabar Ir. Bambang Tirtoyuliono (tengah) saat menggelar acara “ESDM Jabar Ngomedi”, yang dikemas dengan obrolan santai di kantor ESDM Jabar, Selasa (4/2).

BANDUNG– Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan segera realisasikan program ‘Jabar Caang’ melalui CSR dengan memasang 20 ribu listrik secara gratis untuk masyarakat se-Jawa Barat yang belum teraliri listrik.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono mengatakan, program CSR ‘Jabar Caang’ tersebut merupakan salah satu program ESDM Jabar dalam mewujudkan pemenuhan rasio elektrifikasi 100 persen.

Terlebih saat ini rasio elektrifikasi di Jabar mencapai hingga 99,9 persen. Dimana masih ada sekitar 250 ribu penduduk yang belum teraliri listrik.

“Data tahun 2018 dari pemerintah pusat itu ada sekitar 250 ribu rumah penduduk Jawa Barat yang belum teraliri listrik. Tetapi seiring dengan program yang kita lakukan dan proses verifikasi sekarang ini tinggal sekitar 75 ribu rumah. Oleh karena itulah kita lakukan program CSR Jabar Caang ini dengan target tahun ini 20 ribu rumah terlayani listrik,” kata Bambang, saat acara ESDM Jabar Ngomedi, di kantor ESDM Jabar, Selasa (4/2).

Bambang menjelaskan, program CSR ‘Jabar Caang’ ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat dari berbagai stakeholder. Seperti halnya, PLN dan stakeholder lainnya. Termasuk juga CSR dari pihak swasta.

“Semuanya kita sinergikan sehingga bisa membantu masyarakat yang belum mendapatkan layanan listrik,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Ketenagalistrikan pada Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih menambahkan, program CSR Jabar Caang akan segera dilakukan untuk 20 ribu rumah masyarakat yang belum teraliri listrik.

“Kita akan mulai di bulan Februari ini, kita sudah menyiapkan datanya baik masyarakat penerima layanan maupun mitra CSR-nya. Jadi kita tinggal fasilitasi untuk pertemuan kerja sama mereka,” tuturnya.

Pada dasarnya, kata dia, Dinas ESDM Jawa Barat menjembatani kebutuhan masyarakat dengan Mitra CSR. Sehingga nantinya ada kontrak MoU kerja sama antara masyarakat penerima bantuan dengan mitra CSR. Termasuk juga MoU dengan para kontraktor.

“Jadi nanti yang dilaksanakan Dinas ESDM ialah mempertemukan para mitra CSR tersebut dengan kontraktor. Karena akan melibatkan asosiasi kontraktor ketenagalistrikan di Jabar dan lembaga instalasi teknik yang menerbitkan SLO rumahnya, kemudian kerja sama juga dengan PLN,” terangnya.

“Jadi seperti tahun ini penandatanganan kontrak dilakukan serentak di sini. Lalu kita buatkan berita acara kesepakatan bahwa kita akan melaksanakan program ini dengan komitmen profesional dengan masyarakat Jabar,” jelasnya.

Terkait dengan rasio elektrifikasi di Jabar sendiri, saat ini memang masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan layanan listrik. Sehingga masyarakat tersebutlah yang menjadi target untuk dibantu.

“Sebetulnya masyarakat yang belum teraliri listrik itu daerahnya tersebar di berbagai pelosok di kabupaten/kota. Namun saat ini kita prioritaskan dulu bantu yang rasio elektrifikasinya sangat rendah, seperti halnya daerah Cianjur, Garut, Tasik, Pangandaran dan Indramayu,” paparnya.

“Dan sebenarnya kalau masyarakat yang gelap gulita banget sudah gak ada, tinggal sedikit, yang kebanyakan adalah yang nyantol dan ini berbahaya, makanya kita bantu,” pungkasnya.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top