Anjing Hutan Serang Warga di Gununghalu

NGAMPRAH– Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan uji laboratorium terhadap anjing hutan serupa serigala atau ajag yang beberapa bulan terakhir meresahkan wilayah Kecamatan Gunung Halu dan Kecamatan Rongga.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Disnakan KBB, Wiwin Apriyanti, mengatakan sampel yang diuji dari ajag tersebut yakni bagian kepala sehingga nantinya akan diketahui penyakit yang diidap.

Sampel kepala ajag tersebut didapatkan dari buruan yang dilakukan masyarakat setempat. Dari hasil buruan, masyarakat berhasil mendapatkan tiga ajag.

“Dari sampel bisa diketahui berbahaya atau tidak penyakitnya. Untuk bagian kepala bisa diketahui ada virus rabies atau tidak di otak. Kalau bagian seperti liur dan darah mengidentifikasi segala kemungkinan penyakit lainnya,” kata Wiwin saat dihubungi, Selasa (4/2/2020).

Melihat dari karakter anjing hutan tersebut saat memburu ternak, besar kemungkinan hewan tersebut bukan anjing hutan biasa melainkan anjing hutan terlatih yang sering dipakaian untuk berburu.

“Kami juga dapat informasi kalau anjing hutan itu sebenarnya anjing berburu yang tertinggal oleh pemiliknya. Karena mereka tahu mana hewan yang harus diburu tapi tidak dimakan setelah dimangsa, jadi bukan karena kekurangan makanan,” tuturnya.

Pihaknya meminta pada pihak kepolisian untuk bisa membantu mengurangi aktivitas berburu hewan di hutan menggunakan anjing hutan.

“Ya resikonya kalau tertinggal akan seperti ini. Memang aktivitas berburu sudah harus dikurangi,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Gunung Halu, AKP Yogaswara, mengatakan pihaknya bakal turun tangan membantu masyarakat menangani teror anjing hutan atau ajag.

“Kita pasti turun tangan. Sekarang kami komunikasi dulu dengan warga terutama yang ternaknya dimangsa dan dengan kepala desa,” katanya.

Sebagai upaya antisipasi, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat menggalakan ronda atau pamswakarsa. “Wajib meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan hewan ternaknya masing masing dengan cara mengaktifkan kembali siskamling,” tandasnya.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top