Petinggi Sunda Empire Kini Berkaos Tahanan

RESMI DITAHAN: Raden Rangga Sunda Empire tetap santai meski sudah berbaju tahanan Polda Jabar. Saat ini, kepolisian akan memeriksa tiga tersangka Sunda Empire.

BANDUNG – Petinggi Sunda Empire Raden Rangga Sasana atau HRH Rangga resmi menyandang status tersangka. Rangga yang sebelumnya congkak bisa mengendalikan nuklir itu akhirnya berpakaian tahanan. Bahkan fotonya beredar di dunia maya.

Beberapa akun mengunggah penampilan Rangga berbaju tahanan, salah satunya akun @bandungterkini. Dalam foto itu, Rangga tampak menggunakan kaus tahanan berwarna biru. Dia menggenggam kertas yang terlihat banyak sidik jari.

Rangga terlihat lesu saat berkaus tahanan itu. ”Ya mungkin itu benar Rangga setelah pemeriksaan sidik jari,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso saat dimintai konfirmasi soal beredarnya foto Rangga tersebut, Rabu (29/1).

Erlangga menjelaskan penyidik Ditreskrimum Polda Jabar memang melakukan pemeriksaan sejak pagi tadi kepada Rangga. ”Pemeriksaan lanjutan,” ucap Erlangga.

Untuk diketahui, Rangga ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (28/1). Dia dijemput penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar dari Tambun, Bekasi, ke Polda Jabar. Rangga datang pada malam hari masih berseragam lengkap khas Sunda Empire dengan topi baret birunya.

Rangga sempat berbicara mengenai statusnya yang sudah dijadikan tersangka. ”Kita menghargai hukum, kita menghargai hukum. Apa pun keadaannya kita lakukan,” kata Rangga.

Sebelumnya, polisi menetapkan dedengkot Sunda Empire Nasri Banks dan Ibunda Ratu Agung Rd Ratna Ningrum sebagai tersangka. Polisi juga menetapkan Rangga Sasana atau HRH Rangga sebagai tersangka.

Penetapan tersangka ini berdasarkan serangkaian penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar. Polisi mengenakan Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, sebenarnya di Indonesia tidak ada halangan untuk berserikat atau berkelompok. Asalkan, lanjut dia, tidak mengajak masyarakat ke dalam organisasi yang narasinya mengarah pada kebohongan publik.

”Jadi, sekarang kalau ada informasi sudah dalam penyidikan dan tersangka. Saya kira polisi sudah punya rumusan pasal-pasal yang dilanggar oleh petinggi-petinggi Sunda Empire itu,” kata pria yang akrab disapa Emil ini kepada wartawan di Hotel Savoy, Bandung, Selasa (28/1).

Dia mengimbau, kepada masyarakat supaya tidak terjebak dengan organisasi-organisasi yang menjual ilusi, dan khayalan-khayalan.

Emil menegaskan, daripada mengikuti organisasi yang tidak jelas, lebih baik memperbaiki diri serta meningkatkan produktivitas.

”Kepada masyarakat mari kekuatan eksistensi dirinya dengan punya keahlian kedua bergabung dengan organisasi yang jelas sejarahnya, tujuannya, kegiatannya,” tegasnya.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top