Diduga Beredar Telur Palsu

Ilustrasi

DAYEUHKOLOT – Salah seorang warga Kecamatan Dayeuhkolot menemukan dugaan telur palsu, yang dibeli di warung dekat rumahnya, pada Selasa (28/1) malam. Penemu telur palsu diketahui bernama Rima Nabila 25, warga Kampung Lamajang, mengatakan kecurigaan muncul lantaran cairan putih telur yang dia beli seperti air, encer dan berbau seperti pemutih pakaian, selain itu kuning telur kenyal tidak seperti telur-telur pada umumnya yang mudah di pecahkan.

Kecurigaan Rima bertambah, selain putih telur berbau pemutih, cangkang telur pun seperti ada kertasnya, dan bisa di kupas begitu saja.

”Kalau biasanya kan canggkang telur dalamnya yang berwarna putih susah di buka, namun pas mecahin telur itu dengan mudahnya di copotin seperti kertas,” ungkap Rima saat di wawancara, Rabu (29/2).

Menurut dia, telur-telur tersebut dia beli dari warung sekitar kediamanya sebanyak delapan butir, pada saat hendak memasak, ternyata kuning telur kenyal dan susah dipecahkan. Untuk menghilangkan rasa penasaran, akhirnya ke tujuh telur sisa dipecahkan semua dan ternyata semua sama seperti telur yang pertama.

”Saya beli telur lagi di warung yang berbeda sebanyak dua butir, ternyata hasilnya sama kertas dan baunya seperti pemutih baju. Karena takut benar itu palsu akhirnya kami buang telur-telur itu,” ujarnya.

Dia berharap penemuannya tersebut segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait agar tidak meresahkan warga.

”Saya hanya ingin kepastian saja apakah telur itu palsu atau nggak dan aman di konsumsi atau nggak nya, apabila belum ada kepastian maka kami akan selalu was was untuk membeli telur,” tandasnya.

Terpisah Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan dalam negeri Disperindag Kabupaten Bandung, Perdana didampingi Kasi Pengawasan Distribusi Haryanti Martikana menyatakan, yang bisa membuktikan bahwa telur itu asli dan palsu adalah BPOM. Namun, katanya, pihak Disperindag akan telusuri alur distribusi pembelian warung itu dari pasar mana-mananya.

”Apabila kita sudah menelusuri ke warung tersebut, maka Disperindag akan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan benar atau tidaknya dan apabila nanti dapat barang buktinya maka akan dilakukan pengecekan ke badan POM,” kata Perdana.

Namun, lanjut Perdana, apabila terkait telur tersebut berbau, bisa saja karena saat ini terjadi banjir di wilayah Kabupaten Bandung, sehingga pendistribusian nya telat dan menyebabkan telur tersebut mengeluarkan bau.

”Kalau telur telat pendistribusian maka cepat kadaluarsa dan menyebabkan bau, karena telur hanya kuat hingga dua bulan,” jelasnya.

Dia mengaku, baru kali ini pihaknya menerima laporan adanya dugaan telur palsu. Untuk itu Disperindag akan segera mengecek kelapangan. Dan karena pembelian telur tersebut di warung, maka pihaknya harus membuktikan kebenarannya lebih dulu.

”Kami akan lakukan penelusuran dari warung pertama hingga ke pasar,” tegasnya.

Namun demikan, pihaknya mengimbau agar masyarakat jangan dulu resah. Dia juga berharap masyarakat membeli bahan pokok makanan di pasar tradisional karena pasar tradisional yang di jamin kualitasnya.

”Karena kami pantau terus pasar-pasar yang berada di Kabupaten bandung. Selain produknya, kami juga melakukan pemantauan harga bahan pokok makanan di pasar tradisional setiap hari nya,” pungkasnya.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top