DPRD Genjot Rampungkan Tiga Raperda

SAMPAIKAN SAMBUTAN: Wakil Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan saat menyampaikan pandangan pada Rapat Paripurna untuk membahas tiga Raperda baru-baru ini.

NGAMPRAH– DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersama Pemkab Bandung Barat menggelar Rapat Paripurna di Hotel Novena, Lembang, Selasa (14/1). Dalam rapat tersebut dibahas persoalan narkoba, kepemudaan dan keolahragaan.

Sebagai bentuk keseriusan dua lembaga tersebut, terus menggenjot Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai ketiga hal itu.

Ketua DPRD KBB, Rismanto mengatakan, rapat paripurna tersebut dalam rangka penyampaian usulan Perda kepada Bupati Bandung Barat dan mendengar tanggapan yang diwakili oleh Wakil Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan terhadap Perda Inisiatif tersebut.

“Ada tiga buah Raperda yang menjadi pokok bahasan dan disampaikan kepada Bupati, yakni Raperda tentang fasilitas pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan, peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika, Raperda tentang penyelenggaraan kepemudaan, dan Raperda penyelenggaraan keolahragaan,” ujar Rismanto saat ditemui di Padalarang, Rabu (15/1).

Menurut Rismanto, permasalahan narkotika ini walau terlihat sedikit di permukaan, tapi faktanya bisa lebih rumit. Untuk itulah ini harus diantisipasi, dicegah dan dikurangi segala bentuk penyalahgunaan narkotika.

“Selain pencegahan, bagaimana pengobatan terhadap orang yang terjebak narkotika juga merupakan hal penting. Kesimpulannya adalah ingin meminimalisasi segala bentuk penyalahgunaan dan dampak yang ditimbulkannya,” terangnya.

Untuk masalah kepemudaan, kata dia, latar belakangnya adalah mengenai isu bonus demografi (jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibanding penduduk usia tidak produktif).

Menurut Rismanto, meningkatnya kuantitas penduduk usia muda merupakan potensi luar biasa termasuk di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Selain itu, organisasi kepemudaan juga perlu diwadahi dan mendapat perhatian Pemerintah Daerah.

“Semangat Perda ini adalah memfasilitasi potensi yang dimiliki segenap pemuda dan organisasinya, supaya bisa lebih optimal berfungsi untuk Kabupaten Bandung Barat,” katanya.

Sedangkan mengenai olahraga, Rismanto meyakini bahwa potensi olahraga di Kabupaten Bandung Barat bisa maju dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana yang baik. Dalam Perda ini nanti akan diatur juga tentang kompetisi, event, dan yang lainnya.

“Ini bisa menjadi panduan untuk memajukan olahraga di Bandung Barat, yaitu dengan memajukan orang, sarana, anggaran, fasilitas, dan faktor pendukung lainnya,” ujarnya.

Saat ini, proses pembentukan Perda ini sudah masuk dalam tahap pembahasan, setelah awalnya sudah masuk program pembentukan Perda 2020, lalu sudah dilakukan kajian dan naskah akademik. Karena ini merupakan inisiatif dari DPRD, pihaknya mengundang dari eksekutif untuk dimintai pendapatnya.

Sementara itu Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengapresiasi dilaksanakannya rapat paripurna tersebut. Pasalnya, Raperda terkait kepemudaan yang sudah ditunggu selama 11 tahun ole KNPI akhirnya dibahas. “Kita bersama-sama dengan DPRD untuk merampungkan raperda yang tengah dibahas ini,” tandasnya.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top