Bupati Instruksikan Normalisasi Sungai Cihaur

TINJAU SUNGAI: Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna bersama jajarannya saat meninjau Sungai Cihaur yang sempat jebol dan mengkibatkan banjir di kawasan Padalarang dan sekitarnya.

NGAMPRAH– Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna bersama jajaran SKPD melakukan pengecekan ke Sungai Cihaur yang memben­tang dari Cimareme hingga Cipeundeuy karena sudah mengalami sedimentasi cukup kronis. Orang nomor satu di Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini, menginstruksikan agar sungai tersebut dilakukan normalisasi.

Hal itu ditegaskan oleh Bu­pati saat mendatangi lokasi rumah warga yang terdampak bencana banjir bandang di Desa Margajaya Kecamatan Ngamprah, dan Desa Cipe­undeuy Kecamatan Padala­rang, Selasa (7/1).

“Di Desa Margajaya ini salah satu lokasi yang diterjang banjir bandang, dan ini kali kedua saya datang. Berdasar­kan kajian analisis, banjir terjadi karena sungai yang dangkal dan tanggul jebol. Makanya saya meminta agar dilakukan normalisasi kali Cihaur dan membangun tang­gul yang kokoh,” tegas Bu­pati kepada wartawan.

Musim hujan yang dipre­diksi bakal terjadi hingga April, Bupati meminta agar norma­lisasi kali ini untuk dipercepat. Sebab, banjir di lokasi terse­but akan terus terjadi selama tidak dibangun tanggul pena­han air serta normalisasi kali.

Diakui Bupati, sebenarnya tanggul sudah ada, cuma je­bol karena tidak kuat menahan debit air yang meningkat drastis. Makanya kedua lang­kah tersebut harus secepatnya dilakukan mengingat puncak musim hujan belum terjadi, sehingga jika upaya penang­gulangan tidak cepat dilaku­kan dikhawatitkan terjadi banjir yang lebih besar.

Untuk pos anggaran pem­buatan tanggul, lanjut dia, bisa berasal dari bantuan donatur, masyarakat, ataupun pihak lainnya. Sebenarnya dari Gubernur Jabar juga ada bantuan Rp 1 miliar namun alokasinya untuk kebutuhan anak sekolah seperti alat dan baju sekolah, serta penam­pungan air bersih atau torn.

Sementara dari pos dana bantuan tidak terduga atau dana darurat akan dikucurkan Rp 1 miliar untuk perbaikan infrastruktur yang rusak.

“Dari ASN KBB juga ada sumbangan kepedulian yang besarnya mencapai Rp 300 juta. Uang itu akan dibelikan untuk membeli material bangunan seperti batu, semen, besi, dan pasir, untuk mem­perbaiki bangunan rumah warga yang rusak,” tuturnya.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Pekerjaan Umum dan Pena­taan Ruang (PUPR) KBB, Edi Setiadi menyebutkan, Kali Cihaur menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. Upaya nor­malisasi sebenarnya menjadi kewenangan mereka.

Namun, dikarenakan kon­disinya urgen dan perlu penanganan segera, bisa saja bupati membuat kebija­kan sehingga penanganannya bisa segera dilakukan.

“Kalau ada kebijakan langs­ung dari Pak Bupati tentu bisa dilaksanakan lebih ce­pat. Apalagi ini memasuki musim hujan sehingga perlu ada tindakan cepat,” pungkasnya.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top