Kawasan Wisata Kawah Putih Ditutup Sementara

ASAP TEBAL : kondisi Hutan dan lahan di kawasan objek wiasat kawah putih, Desa Alamendah Kecamatan Rancabali, kebakaran hutan membuat kepalan asap terlihat tebal akibat kobaran api masih menyala.

RANCABALI – Akibat kebakaran hutan dan lahan masih merambat kawasanan gunung patuha, Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Obyek Wisata Kawah Putih untuk sementara waktu ditutup untuk para pengunjung.

General Manager KBM (Kesatuan Bisnis Mandiri) Wisata Ecotourism Perhutani Unit III Jabar dan Banten Wismo Tri Kencono mengatakan, penutupan obyek wisata tersebut dilakukan untuk memudahkan tim gabungan melakukan pemadaman. ”Mulai, Selasa (8/10) objek wisata kawah putih kami tutup sementara. Belum tahu sampai kapan batas waktunya penutupan ini, untuk memberikan kemudahan kepada tim gabungan memadamkan api,” katanya saat ditemui di lokasi kebakaran di Rancabali, Selasa (8/10).

Wismo mengatakan, sejak semalam tim gabungan sudah menurunkan 10 tim dengan jumlah personel mencapai 300 orang. Tim juga memadamkan api dengan cara manual karena posisi api yang sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran. “ Kebakaran terjadi sejak kemarin sore, luas lahan yang terbakar sekitar 10 hektare lebih. Untuk memadamkan api tim masih melakukan pemadaman secara manual karena kondisi medan,”katanya.

Kapolsek Ciwidey AKP Ivan Taufiq mengatakan, setelah melakukan pemantauan dilokasi kejadian. Pihaknya menduga api yang membakar lahan hutan dikawasan kawah putih tersebut, disebabkan puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengunjung. Sebab, sebelum kebakaran terjadi di lokasi Sunan Ibu pada Senin (7/10/2019), ada saksi mata yang melihat sejumlah pengunjung berziarah.”Dugaan sementara dari puntung rokok dari pengunjung obyek wisata,” jelasnya.

Menurut Ivan, untuk memastikannya, pihaknya akan melakukan penyelidikan. Ia akan mengumpulkan saksi mata yang melihat adanya sejumlah pengunjung yang mengarah ke lokasi Sunan Ibu sebelum kebakaran terjadi. ”Kami akan laksanakan penyelidikan, siapa saja yang berada di lokasi saat kejadian, maupun saksi-saksi yang melihat,”akunya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Maulana Fahmi mengatakan, sebagai bentuk keprihatinan DPRD kepada bencana kebakaran yang terjadi di kawasan wisata kawah putih, pihaknya bersama semua anggota Komisi D meninjau langsung ke lokasi kejadian.

”Setelah meninjau lokasi dan berkomunikasi dengan beberapa masyarakat, kami jajaran komisi D DPRD Kabupaten Bandung sangat mengapresiasi kepada Pemkab Bandung, TNI, Polri dan semua unsur yang terlibat langsung melakukan pamadaman api. Berkat kesigapan mereka, kobaran api bisa diminimalisir,” Kata Fahmi saat ditemui di lokasi kebakaran di Kawah putih.

Menurut Fahmi, mengingat kondisi kemarau masih terjadi. Pihaknya berharap kepada tim gabungan yang sedang melakukan pemadaman untuk selalu waspada dan berhati hati dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, mengimbau semua tim dan masyarakat yang sedang memadamkan api untuk selalu berhati hati dalam melaksanakan tugasnya. Semoga, kebakaran tersebut segera tertangani dan tidak merambat ke wilayah lain.

”Alhamdulillah atas kesigapan dan koordinasi semua tim yang bergerak dilapangan, menurut data kabakaran di kawasan kawah putih sebagian besar sudah berahasil diatasi. Semoga cepat selesai dan kondisi kembali ke semula,” jelasnya.

Adm Perhutani Bandung Selatan Tedi Sumarto mengatakan, sejauh ini kebakaran hutan di kawasan kawah putih sudah menghabiskan sekitar 10 hektare lahan. Untuk memadamkan api, pihaknya dibantu oleh sekitar 300 personel dari berbagai unsur gabungan.

”Kebakaran hutan terjadi dibeberapa lokasi, Kawasan kawah putih sudah mulai teratasi. Tapi yang dikhawatirkan di kawasan gunung Malabar. Semoga, pemerintah bisa segera memberikan bantuan heli untuk memadamkan api. Sebab, kalau pemadaman dilakukan manual. Mungkin akan memakan waktu lama,” pungkasnya.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top