Masih Banyak Pekerjaan Rumah

BANDUNG – Peringatan Hari Jadi Kota Bandung, ditandai dengan Sidang Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kota Bandung.

Sidang istimewa tersebut, dipimpin oleh Ketua Sementara DPRD Kota Bandung, Yudi Cahyadi dan didamping Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Bandung Kurnia Solihat.

BERIKAN PAPARAN: Ketua DPRD sementara Kota Bandung Yudi Cahyadi memimpin sidang Paripurna HUT HJKB Kota Bandung.

Sidang paripurna dihadiri Walikota Bandung Oded M. Danial, Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana, dan Sekda Kota Bandung Ema Sumarna.

Kehadiran Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jabar diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Ahmad Hadadi.

Sidang paripurna kali ini, dilaksanakan dengan bahasa pengantar Bahasa Sunda, sebagai bahasa ibu. Baju para peserta sidang pun merupakan baju adat Jawa Barat.

Ketua Sementara DPRD Kota Bandung Yudi Cahyadi menilai, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial dan Yana Mulyana di Hari Jadi Kota Bandung yang ke 209 ini.

Beberapa hal yang disoroti adalah terkait pembangunan infrastruktur, kemacetan dan banjir.
“Untuk banjir sekarang kan tengah melakukan pembangunan kolam retensi. Tapi masih belum kelihatan manfaatnya, karena belum masuk musim hujan, jadi belum tahu,” terang Yudi.
Jika memang sudah bisa mengatasi banjir, berarti pengentasan masalah banjir sudah on the track.

“Kalau belum, berarti masih banyak yang harus dibenahi,” jelasnya.

Untuk mengatasi kemacetan, Kota Bandung memang berencana membangun flyover di beberapa titik. Bahkan dua titik di antaranya, sudah ground breaking.

“Tapi, kita harus dipertimbangkan adalah titik di mana flyover itu akan dibangun. Apakah benar bisa mengatasi kemacetan, atau malah menjadi biang kemacetan baru,” jelasnya.

Selain itu, yang harus diperbaiki adalah pelayanan kepada masyarakat. Yudi mengatakan, pihaknya masih sering mendengar keluhan masyarakat terkait pelayanan BPJS Kesehatan.

“Untungnya di Kota Bandung sudah ada pelayanan UHC. Dan sepertinya masyarakat lebih memilih menggunakan fasilitas UHC, karena pembayarannya menggunakan APBD Kota Bandung,” terangnya.

Yudi mengatakan penampilan Kota Bandung. Karena Bandung merupakan etalase Jawa Barat. Selain itu, 33 % pendapatan kota Bandung didapat dari sektor pariwisata, restoran, dan jasa.
“Sehingga sudah selayaknya Kota Bandung mempercantik diri. Agar lebih bisa dinikmati wisatawan,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Bandung, Kurnia Solihat menilai, bidang pelayanan masyarakat yang perlu dilakukan evaluasi oleh Pemerintah Kota Bandung adalah terkait ketersediaan sarana pendidikan, yang selama ini masih kurang cukup memadai bagi kebutuhan warga Kota Bandung.

Sehingga setiap tahun, khususnya momentum Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), masyarakat selalu dihadapkan pada sesuatu hal yang klise atau masalah berulang.

“Oleh karena itu, kami menginginkan adanya prioritas tambahan pembanguan sekolah di wilayah-wilayah tertentu, sehingga tidak menimbulkannya permasalahan tersebut. Apalagi pendidikan sangat berhubungan dengan kebutuhan masyarakat dan masa depan bangsa ini” ujarnya

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top