PAD Pasar Tagog Tengah Dihitung

NGAMPRAH– Pemkab Bandung Barat beralasan belum dibangunnya Pasar Tagog Padalarang lantaran tengah menghitung potensi pendapatan asli daerah (PAD) terlebih dahulu sebelum revitalisasi dilakukan. Sebab, investor yang membangun pasar tradisional tersebut berkewajiban mengelolanya selama lima belas tahun pertama.

“Kami sekarang sedang menghitung dulu PAD-nya. Jadi, dalam 15 tahun pengelolaan oleh pengembang nanti, itu perlu diperhitungkan berapa potensi yang masuk ke mereka, berapa yang masuk ke Pemkab sebagai PAD. Kami bicarakan dengan konsultan,” kata Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, baru-baru ini.

Dia mengungkapkan, revitalisasi Pasar Tagog ditargetkan bisa dilaksanakan tahun ini. Apalagi, sudah banyak investor yang tertarik untuk menggarap revitalisasi pasar berinvestasi sekitar Rp 80 miliar tersebut.

Menurut Aa Umbara, pembangunan kembali Pasar Tagog tidak akan menemui kendala dari segi pembiayaan. Sebab, biaya pembangunan sepenuhnya ditanggung oleh investor. “Ini sistemnya lelang investasi, sehingga biaya bukan dari APBD. Namun, perlu dibicarakan soal potensi PAD dengan pengembang. Kalau sudah oke, tinggal dibangun,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, para pedagang di Pasar Tagog sudah lama ingin agar pasar tersebut direvitalisasi. Mereka bahkan sudah menyiapkan uang untuk bisa menempati kios di pasar tersebut setelah dibangun nanti. “Dari sisi pedagang, tidak ada kendala. Mereka menyambut baik revitalisasi dan ingin agar Pasar Tagog segera direvitalisasi,” ujar Umbara.

Untuk diketahui, Pasar Tagog Padalarang merupakan salah satu dari tiga pasar tradisional yang dikelola pemerintah daerah. Dua pasar lainnya, yaitu Pasar Panorama Lembang dan Pasar Batujajar yang keduanya sudah direvitalisasi oleh pengembang yang sama, yakni PT Bangun Bina Persada.

Aa Umbara menargetkan, revitalisasi Pasar Tagog harus lebih baik daripada kedua pasar tradisional lainnya. Hal ini disebabkan Pasar Tagog menjadi etalase Kabupaten Bandung Barat (KBB) lantaran dekat dengan pusat pemerintahan di Ngamprah.

“Pasar Tagog harus lebih bagus. Dua pasar tradisional lainnya sekarang lebih baik setelah direvitalisasi. Bahkan Pasar Lembang nanti akan dibuat jadi pasar wisata. Ratusan kios di sana akan jadi pusat oleh-oleh khas Bandung Barat agar wisatawan bisa masuk juga ke sana,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan KBB Avira Nurafifah sebelumnya mengatakan, revitalisasi Pasar Tagog seharusnya dilakukan beberapa bulan lalu. Namun, pemenang lelang sebelumnya tidak melaksanakan proyek tersebut.

“Pemenang lelang tidak melaksanakan pembangunan dengan alasan yang tidak jelas, sehingga kami nyatakan wanprestasi. Proyek ini terpaksa dilelang ulang,” ujarnya.

Menurut dia, revitalisasi Pasar Tagog Padalarang sebenarnya sudah harus dilakukan sejak 2013 lalu. Namun, salah satu investor pemenang lelang meninggal dunia. Beberapa tahun kemudian, revitalisasi terus diwacanakan namun terkendala berbagai hal termasuk belum terjadi kesepahaman dengan para pedagang.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top