Tepis Anggapan Ban Serep Emil dan Uu Klaim Tetap Solid Sampai Akhir Jabatan

BANDUNG – Kurang lebih selama satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil bersama Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum diklaim selalu kompak dan berbagi tugas sebagai pimpinan daerah.

Hal itu diutarakan Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil– dalam acara Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) ‘Silaturahmi Gubernur dengan Pimpinan Media Massa’ di Nara Park, Kota Bandung, Selasa (17/9).

Emil mengatakan, selama ini hubungan kerja maupun secara pribadi baik dan harmonis. Bahkan, akan solid sampai nanti (akhir masa jabatan). Terlebih, keduabelah pihak saling memahami posisinya masing-masing.

Emil juga menepis anggapan bahwa Uu hanya sekadar ban serep dalam kepemimpinan keduanya di 2018-2023. Sebab, dalam urusan pekerjaan dia dan Uu saling berbagai tugas dan saling melengkapi dalam berbagai kegiatan.

’’Komunikasi dengan Pak Uu pun terus berjalan dengan baik. Sebagai gubernur, saya selalu membuka keran komunikasi dan diskusi tentang berbagai hal bersama Pak Uu,’’kata dia.

Hal senada disampaikan oleh Uu yang juga hadir dalam Forum Pemred tersebut. Uu mengatakan, bahwa hingga kini dirinya dengan Emil selalu membangun komunikasi dan kebersamaan.

“Sampai hari ini dan selanjutnya kami akan membangun kebersaman dan komunikasi yang baik. Saya dan Kang Emil tidak ada (masalah) apa-apa dan tetap menjalin komunikasi yang baik,” ucap Uu.

Berkomunikasi dengan baik, sementara itu menurut Uu adalah bukti sebagai pemimpin yang baik. Oleh karena itu, Uu pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada media yang telah membantu dirinya berkomunikasi dengan masyarakat.

“Artinya program pemerintah bisa disampaikan kepada masyarakat dan sebaliknya, apa yang diinginkan masyarakat bisa tersampaikan kepada pemerintah. Dan hal itu bisa dilakukan karena hadirnya media,” tutur Uu.

Dalam Forum Pemred ini, Emil juga menjelaskan bahwa dalam satu tahun masa pemerintahannya bersama Uu, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar berupaya menjadi penyelenggaran negara yang proaktif.

Salah satunya dengan membentuk Jabar Saber Hoaks di bawah binaan teknis Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar yang diresmikan Emil pada 7 November 2018.

Jabar Saber Hoaks sendiri melakukan klarifikasi terhadap berbagai informasi yang beredar di masyarakat. Setiap minggunya, unit kerja ini mempublikasikan Top 5 berita hoaks.

Hingga 21 Agustus 2019, Jabar Saber Hoaks berhasil mengklarifikasi 2.643 aduan dari total 4.454 aduan yang masuk. Melalui Jabar Saber Hoaks, Emil pun berharap masyarakat menjadi dewasa dalam menyikapi sebuah informasi.

“Kita bercita-cita masyarakat menjadi dewasa untuk bisa mengonsumsi setiap informasi,” ujar Emil.

Selain itu, semangat reformasi birokrasi ikut menjadi perwujudan pemerintahan yang proaktif. Emil mengatakan, reformasi birokrasi di pemerintahannya dilakukan melalui teknologi digital, termasuk dalam rotasi jabatan.

“Semua akan serba digital, (mulai) penganggaran (hingga) evaluasi. Termasuk saya mencoba untuk seadil-adilnya dalam rotasi jabatan,” kata Emil.

“Termasuk juga dalam mencari Sekda (Sekretaris Daerah) definitif. Kami sedang mencari dalam waktu tiga bulan,” tutupnya. (*)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top