Energi Ramah Lingkungan untuk Masyarakat Dieng dan Patuha

CIWIDEY – Untuk meningkatkan dan menjaga ketahanan kontribusi energi panas bumi, PT Geo Dipa Energi (Persero) akan membangun proyek dieng dan patuha unit dua.

Sebagai bentuk ketransparan kepada masyarakat umum terkait pembanunan tersebut, PT Geodipa menggelar sosialisasi Energi Ramah Lingkungan yang ditujukan kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat di area sekitar  Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP).

“Sosialisasi WKP Daerah dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah  dilaksanakan pada tanggal 11-13 September 2019 mencakup 6 Desa dan Pemerintah Daerah, kemudian Area Patuha, Jawa Barat diselenggarakan tanggal 16-17 September 2019 untuk 3 Desa dan juga Pemerintah Daerah,” kata General Manager Proyek Dieng Unit 2 dan Patuha Unit 2 Supriadinata Marza, saat ditemui disela-sela sosialisasi di Ciwidey, (17/9)

Supriadinata menjelaskan, melalui proyek ini GeoDipa akan meningkatkan berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui energi panasbumi yang dikenal bersih dan ramah lingkungan.

“Program energi ramah lingkungan merupakan Kabar gembira yang harus disampaikan kepada masyarakat. Sebab, masyarakat nantinya akan menjadi penerima manfaat dari kegiatan pengusahaan panas bumi ini,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Supriadinata, PT GeoDipa melibatkan masyarakat untuk berperan serta menjaga, melindungi dan memelihara kelestarian wilayah kegiatan pengusahaan panas bumi.

“Selain tujuan itu, sosialisasi ini adalah mengenai hak masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan pengusahaan panas bumi. Kegiatan seperti ini akan dilakukan rutin berkala. Melalui keterbukaan informasi,” akunya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan Proyek GeoDipa dapat memberikan informasi yang tepat. sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan rasa keterlibatan dari masyarakat dan pemangku kepentingan dalam proyek ini.

“Sosialisasi seperti ini sebetulnya sudah sering dilakukan GeoDipa sejak tahun 2002 sampai saat ini dan akan terus ditingkatkan untuk mendorong pengembangan panas bumi di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Supriadinata menambahkan, Saat ini GeoDipa berkontribusi melalui Pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak, Program Community Development maupun Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Non Skill selalu menunjukan peningkatan yang positif. Untuk Permulaan pemberdayaan masyarakat sekitar, GeoDipa selalu melibatkan UMKM dari Bandung, Banjarnegara dan Wonosobo binaan GeoDipa.

“GeoDipa (Persero) menargetkan memiliki total kapasitas terpasang sebesar 270 MW lima tahun medatang. Proyek Dieng Unit 2 dan Patuha Unit 2 ini akan meningkatkan berkontribusi dalam berbagai aspek, baik ekonomi, sosial dan lingkungan. Penambahan kapasitas ini berarti akan mendongkrak pendapatan daerah melalui bonus produksi panas bumi dan kontribusi program tanggung jawab sosial perusahaan dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

Pihaknya berharap, pencapaian target pengembangan usaha GeoDipa terus sejalan dengan mengembangkan potensi pemberdayaan masyarakat di lingkungan sekitar melalui program mitra usaha kecil dan menengah. Sebab, PT Geo Dipa merupakan salah satu Special Mission Vehicle di bawah Kementerian Keuangan untuk mendukung program pemerintah dalam penyedian listrik sebesar 35 Ribu MW.

“GeoDipa fokus pada penyediaan listrik tenaga panas bumi yang aman dan ramah lingkungan serta memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat sekitar,” pungkasnya. (rus)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top