DLH Pantau Kualitas Udara dan Air Untuk Menjamin Lingkungan Sehat bagi Masyarakat

NGAMPRAH– Untuk menjamin lingkungan yang sehat bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dinas Lingkungan Hidup KBB tengah melakukan pemantauan terhadap kualitas air dan udara di sejumlah titik. Hal ini untuk mengetahui kualitas lingkungan hidup secara keseluruhan.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada DLH KBB, Aam Wiriawan menjelaskan, bahwa pemantaun ini sangat perlu dilakukan untuk menjamin lingkungan yang sehat bagi manusia.

Dia menyebutkan, pemantauan air dilakukan di 35 anak Sungai Citarum yang mengalir di KBB. Sementara itu, pemantauan kualitas udara dilakukan di 4 lokasi, yakni kompleks perumahan, kawasan industri, terminal, dan kawasan perkantoran.

“Sebenarnya, ada tiga kriteria yang harus dipantau, yaitu air, udara, dan tutupan lahan. Namun tahun ini, kajian tutupan lahan kami tunda dulu karena keterbatasan anggaran,” ujarnya di Ngamprah, Selasa (17/9).

Menurut Aam, pemantauan kualitas air sudah dilakukan di 20 anak sungai, dan pemantauan di 15 titik lainnya ditargetkan bisa selesai dalam 1-2 bulan ke depan. Sejumlah anak sungai yang dipantau tersebut mengalir di sejumlah kecamatan. Beberapa di antaranya mengalir di sekitar kawasan industri, seperti di Batujajar dan Padalarang.

Sampel air yang diambil nantinya akan diuji kandungan kimia dan fisikanya menggunakan alat COD meter. Selanjutnya, akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium PDAM Tirtawening, Kota Bandung.

Sementara itu, pemantauan kualitas udara dilakukan di Kota Baru Parahyangan yang mewakili kompleks perumahan, Terminal Parongpong, kawasan industri di Batujajar dan Cihampelas, serta kompleks perkantoran Pemkab Bandung Barat di Ngamprah.

“Setelah pemantauan dan kajian selesai, lanjut dia, nantinya bisa diketahui kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Bandung Barat, apakah termasuk baik, sedang, atau buruk,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga tetap melakukan pengawasan terhadap sejumlah industri di sekitar anak Sungai Citarum, berkoordinasi dengan Satuan Tugas Citarum Harum di bawah koordinasi Kodam III/Siliwangi. “Sinergi dengan TNI terus kami jalin untuk menertibkan industri-industri yang membuang limbah ke sungai,” katanya.

Menurut Aam, sejumlah perusahaan tersebut sebenarnya sudah berupaya memperbaiki pengolahan limbah agar tidak mencemari lingkungan. Namun, belum semuanya optimal, sehingga menjadi tugasnya agar mereka bisa mengelola limbah dengan lebih baik lagi ke depan.

“Apalagi, ada 17 industri yang mendapatkan proper merah dari pemerintah provinsi. Makanya, ini juga yang menjadi sasaran pembinaan dari kami, agar mereka bisa memperbaiki segala kekurangan selama ini,” tandasnya. (drx)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top