Umuh: Mengutuk Keras Penyerangan Persib! Dua Pemain Jadi Korban Saat di Dalam Bus

BANDUNG– Manajer Persib, Umuh Muchtar mengutuk keras peristiwa yang dialami oleh timnya saat bus yang ditumpangi punggawa Persib diserang sekelompok massa usai laga kontra Tira Persikabo. Lemparan batu yang berukuran cukup besar pun memecahkan kaca sebelah kanan dan melukai dua pemain.

“Jelas penyerangan itu tak bermoral yang selalu mengganggu sepakbola kita dan merusak mental para pemain. Kami sangat mengutuk keras penyerangan terhadap Persib. Padahal kemarin sudah senang sekali dengan Kapolres dia yang mengawal sambil bawa motor sampai keluar stadion,” kata Umuh di Lapangan Lodaya dilansir simamaung.com, kemarin (15/9).

Sebelumya memang sudah ada potensi bahaya di sekitar stadion. Karena bahkan sejak laga berjalan sudah mulai ada friksi dari suporter. Namun beberapa saat seusai laga kondisi sudah mulai aman dan Persib pun keluar menuju hotel. Hanya saja masih ada aksi terusan yang ternyata langsung menyerang rombongan tim.

“Tidak diperkirakan juga akan kejadian itu. Mereka juga sudah membantu ya, meskipun sempat tak kondusif tapi tetap kondusif akhirnya. Semua polisi turun semua. Terima kasih pak Kapolres ya,” kata Umuh melanjutkan.

Rombongan Persib sendiri diakui Umuh mendapat pengamanan saat keluar dari stadion. Tapi ketika perjalanan dirasa sudah aman, justru ada pelemparan sekitar 50 meter sebelum masuki gerbang tol Sentul. Meski begitu, Umuh tak mau menyalahkan kepolisian terkait insiden ini namun mengimbau supaya lebih sigap lagi.

“Kepolisian sudah tahu, kita tak ingin meruncing, semua sudah ya. Cuma ini harus menjadi perhatian dan contoh siapapun yang bertanding harus mendapat pengalawan ketat sampai pada tempat semula,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Pak Haji itu juga mengimbau agar tidak ada aksi balasan dari Bobotoh. Menurutnya jangan ada perasaan dendam kepada pihak lain karena skuat Maung Bandung diserang. Dia justru berharap suporter Persib memaafkan agar pihak yang melakukan aksi itu malah merasa malu.

“Saya memohon pada semua Bobotoh jangan saling balas-membalas lah. Mudah-mudahan dari pihak manapun itu dia jadi malu bahwa Persib dan Bobotohnya santun. Semua juga pastinya sakit hati, cuma jangan sampai ada balasan supaya tetap kondusif,” tandas Umuh.

Insiden pelemparan oleh oknum suporter dialami Persib Bandung usai melakoni laga kontra Tira Persikabo. Fakta ini terkuak setelah Robert Rene Alberts mengunggah video kondisi tim di dalam bus. Nampak Omid Nazari sedang ditangani oleh staf medis karena mengalami cedera di kepalanya.

Dari video itu terlihat ada lubang besar di kaca sebelah kanan bis yang ditunggangi rombongan Persib. Memang masih belum jelas dimana tepanya lokasi pelemparan ini. Namun yang pasti kejadian ini terjadi ketika rombongan tim hendak kembali ke hotel seusai melakoni pertandingan di Stadion Pakansari.

Dalam caption unggahan Robert, dia mengeluhkan aksi barbar oknum suporter pada timnya. Menurutnya perilaku teror seperti ini bukan cerminan cara mendukung seorang fans sepakbola. Ini kali kedua bis Persib diserang musim ini setelah sebelumnya mendapat lemparan petasan di Malang.

“Pemain kami mengalami cedera di bis. Sudah artinya sudah. Apakah kalian menyebut diri kalian suporter sepakbola, mencederai pemain di dalam bis. Sudah cukup. Tidak bagus!” terang Robert di akun instagram miliknya.

Selain Omid Nazari, Febri Hariyadi juga mengalami luka di bagian pelipisnya. Foto berdarahnya Febri diunggah Ardi Idrus di akun intstagram miliknya. (bbs/drx)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top