Itoc Bagian dari Pelaku Sejarah Berdirinya Cimahi

CIMAHI – Mantan Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija meninggal dunia pada Sabtu (14/9) di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS) Bandung. Dia mengidap penyakit paru-paru ditengah menjalani masa tahanan akibat kasus hukum yang menjeratnya.

Suami dari Atty Suharty itu merupakan salah satu pelaku sejarah pembangunan Kota Cimahi sejak berpisah dari Kabupaten Bandung tahun 2001 silam. Birokrat yang datang dari Bogor itu kemudian memimpin Kota Cimahi ditahun 2001 sebagai Pj Wali Kota.

Kemudian tahun 2002-2007 ia resmi menjabat sebagai Wali Kota Cimahi bersama Dedih Djunaedi yang menjadi wakilnya. Periode 2007-2012 Itoc kembali terpilih, namun kali ini bersama Eddy Rachmat.

Sebagai orang nomor satu di Kota Cimahi, almarhum Itoc Tochija memiliki peran yang vital dalam pembangunan Kota Cimahi yang saat berdiri 2001 masih membutuhkan sentuhan.

Hal itu diakui langsung oleh mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Muhammad Yani saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (15/9). Menurutnya, beliau adalah salah satu pionir daerah otonom di Kota Cimahi.

”Bagaimana mengelola sebuah daerah otonomi baru menjadi sebuah daerah yang berkembang. Jadi beberapa target otonomi daerah dimasa kepemimpinan beliau (Itoc) relatif tercapai,” katanya.

Yani mengungkapkan, selama beliau memimpin di Kota Cimahi, ada sejumlah pembangunan dan konsep yang sangat luar biasa. Beberapa di antaranya bisa direalisasikan dan dimanfaatkan untuk pengembangan Kota Cimahi.

Pembangunan yang dianggap monumental di antaranya penataan kawasan Jalan Gandawijaya yang semula merupakan pasar. Kemudian pembangunan Baros Information Technology Creative (BITC).

”Itu buah karya pemikiran beliau yang dilanjutkan para pemimpin selanjutnya,” ujar Yani.

Secara berpikir, terangnya, Itoc Tochija memiliki konsep yang sangat luar biasa dalam pembangunan Kota Cimahi. Baik dari segi pembangunan fisik maupun pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

”Bahkan ada konsep yang cukup fenomenal beliau ingin membangun underpass tapi masih terkendala izin pusat dan pembiayaan,” terangnya.

Dari sisi pribadi, lanjutnya, Itoc Tochija merupakan pribadi yang tegas dan disiplin. Bahkan, kata dia, almarhum kerap memberikan kejutan yang tak terduga diluar ekapektasinya. Hal itulah yang mungkin tak terlupakan oleh Yani.

”Kita sering diberi teguran, tapi kita sadar tujuannya untuk menjadi bikrorat yang lebih baik,” tukasnya.

Hal serupa diungkapkan Benny Bachtiar, Staff Ahli Ekonomi dan Pembangunan Kota Cimahi, yang juga menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak Kota Cimahi mandiri ini mengatakan, almarhum Itoc merupakan seorang birokrat yang handal. Sebab, dia telah meletakan dasar-dasar pembangunan Cimahi yang begitu detail.

”Saya masih teringat ketika beliau kebingungan bagaimana mengembangkan potensi ekonomi karena (Cimahi) tidak memiliki sumber daya alam. Beliau berpikir bagaimana menggali potensi sumber daya manusia ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi Kota Cimahi,” ungkapnya.

Hal itu, terang Benny, dibuktikan dengan munculnya BITC dan Technopark Cimahi yang merupakan gagasan dari almarhum. Kemudian keberadaannya dikembangkan dengan peningkatan pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bisa meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

”Itu salah satu konsepnya beliau yang memberikan kontribusi positif bagi Kota Cimahi,” terangnya.

Secara pribadi, dia menilai Itoc Tochija merupakan sosok guru baginya dalam birokrat. ”Beliau pekerja keras pekerja, handal, strategi berpikirnya luar biasa. Saya banyak belajar. Beliau adalah guru saya yang paling berjasa dalam pengembangan karir dan pola pemikiran saya,” pungkas Benny.

Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengatakan, mengatakan Kota Cimahi kehilangan sahabat, orangtua, rekan kerja, dan salah satu tokoh yang sejak awal memperjuangkan dan membangun Cimahi.

”Saya secara pribadi, atas nama Pemkot Cimahi, dan masyarakat turut berbelasungkawa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” singkat Ajay.(mg3/ziz)

 

DIKEBUMIKAN: Itoc Tojhija Wali Kota Cimahi sejak 2001 sampai 2012 dikebumikan di tahan kelahirannya, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (15/9) pagi. Dia meninggal pada usia 68 tahun.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top