Jelang Satu Tahun AKUR, Bupati Evaluasi Kinerja Para Pejabat

NGAMPRAH– Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kinerja para pejabat menjelang kepemimpinan satu tahun pasangan AKUR ( Aa Umbara Sutisna dan Hengki Kurniawan) yang jatuh pada 20 September 2019 mendatang. Evaluasi dilakukan dengan mengumpulkan jajaran kepala dinas/kepala badan/kepala bagian di Ruang Rapat Kantor Bupati usai apel pagi, Senin (9/9/2019).

“Saya minta seluruh SKPD untuk membuat laporan prestasi dan program kerja yang sedang berjalan atau belum terlaksana sama sekali. Sebelum tanggal 20, maksimal tanggal 16 semua laporan harus sudah masuk dari masing-masing SKPD. Saya juga tahu, ada memang SKPD yang sama sekali belum melakukan prestasi, makanya saya minta laporan sebagai bahan evaluasi,” katanya.

Menurut Aa Umbara, untuk mewujudkan visi AKUR dengan jargon Bandung Barat Lumpat tak hanya cukup dengan kehadiran apel serta absensi, namun harus didukung juga dengan optimalisasi kinerja. “Kedisiplinan waktu dan kinerja juga harus dilakukan. Termasuk kita harus mampu bersama-sama untuk menggali potensi yang ada dengan jargon lumpat dan jargon sagala boga sagala aya (segala punya segala ada),” katanya.

Orang nomor satu di KBB ini juga menyampaikan kepada setiap SKPD, untuk menyampaikan keberhasilan atau program yang dijalankan untuk muncul di media massa. Sehingga masyarakat bisa mengetahui apa saja yang tengah dilakukan dan keberhasil yang didapat oleh masing-masing SKPD. “Saya pernah menyampaikan agar muncul di media, apa saja prestasi yang sudah dilakukan termasuk program apa saja yang dijalankan,” ungkapnya.

Kadisdukcapil Kabupaten Bandung Barat, Wahyu Diguna saat menunjukkan akta kelahiran dengan barcode
Foto: Hendrik Kaparyadi/ Jabar Ekspres

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) KBB, Wahyu Diguna menyambut baik arahan dari Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna terkait evaluasi kinerja menjelang satu tahun kepemimpinan AKUR. “Betul, tadi kita rapat bersama seluruh SKPD dengan pak bupati untuk mengevaluasi kinerja satu tahun kepemimpinan AKUR,” katanya.

Wahyu menambahkan, selama satu tahun terakhir ini dengan jargon Bandung Barat Lumpat memberikan motivasi terhadap Disdukcapil dalam melakukan percepatan pelayanan kepada masyarakat. Mulai dari program Go Digital atau tanda tangan elektronik (TTE), program SILANDAK (Sistem Pelayanan Digital Akta Kelahiran) dan program SI PEPEN OC (Sistem Pendaftaran Penduduk Berbasis Online Chat).

“Belum lagi ada program jemput bola ke setiap daerah dengan kendaraan keliling yang kita sebut Si Darling. Bahkan selama satu tahun kepemimpinan AKUR ini adanya bantuan alat rekam dan alat cetak untuk seluruh kecamatan yang dianggarkan dari APBD. Sehingga pencetakan e-KTP cukup dilakukan di kecamatan,” pungkasnya. (drx)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top