Klinik Rehabilitasi Bagi Pecandu Narkoba Segera Beroperasi

NGAMPRAH– Klinik Pratama untuk pasien yang harus menjalani rehabilitasi narkoba, kini hadir di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang lokasinya satu area di Perkantoran Pemkab Bandung Barat di Desa Mekarsari Kecamatan Ngamprah. Hadirnya klinik tersebut bisa meningkatkan kesadaran para pencandu narkoba untuk menjalani rehabilitasi hingga tuntas.

Sam Norati Martiana, Kepala BNN Kabupaten Bandung Barat
Foto: Hendrik Kaparyadi

Kepala BNN KBB, Sam Norati Martiana mengungkapkan, klinik khusus untuk rehabilitasi pecandu narkoba ini, memanfaatkan ruangan di Kantor BNN KBB. “Awalnya kita minta ke pemkab untuk ruangan klinik rehabilitasi tapi hingga deadline tahun ini tak kunjung ada. Jadi kami buat saja di kantor ini dengan beberapa ruangan seperti khusus ruangan konsultasi, pemeriksaan dan ruangan pojok ASI (ibu menyusui),” kata Sam ditemui di kantornya, Jumat (6/9).

Kendati sudah ada ruangan, namun saat ini operasional pelayanan belum bisa dilakukan lantaran tengah menunggu izin operasional dari Dinas Kesehatan KBB. “Kalau izin sudah keluar dari Dinas Kesehatan, targetnya pada 23 September ini sudah beroperasi untuk melayani pasien. Rencananya akan ada dua dokter yang menangani klinik rehabilitasi ini,” ungkapnya.

Sam menambahkan, bila klinik ini sudah normal beroperasi, maka pelayanan yang sebelumnya dilakukan di puskesmas akan difokuskan seluruhnya di kantor BNN. Dia juga menjamin pelayanan akan jauh lebih cepat dan optimal. “Yang paling penting, kami bisa memantau para pecandu narkoba ini hingga tuntas dalam menjalani rehabilitasi sebanyak 8 kali pertemuan, sebelumnya justru tidak pernah tuntas,” terangnya.

Manfaat yang bisa dirasakan dengan hadirnya klinik ini, ujar dia, bisa melayani lebih banyak pasien hingga masyarakat umum. “Bahkan, klinik ini bisa melayani tes urine untuk para peserta Pilkades, Pileg hingga penerimaan CPNS. Kami juga pastikan pelayanan tak dipungut biaya atau gratis,” katanya seraya menyebutkan jika ada ASN yang menjadi pecandu narkoba akan direhabilitasi di Kantor BNN.

Sam menjelaskan, selain fokus pada pelayanan rehabilitasi, saat ini BNN KBB juga terus melakukan penguatan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) melalui program Bersih Narkoba (Bersinar) di seluruh desa. “Artinya desa juga bisa ikut berperan dengan berbagai kegiatan yang di dalamnya diisi dengan sosialisasi penguatan P4GN melalui program Bersinar. Untuk anggarannya bisa dari Dana Desa juga,” katanya.

Tak hanya gencar sosialisasi, kata dia, desa juga bisa ikut membantu dalam melakukan pemberantasan narkoba jika memang ada peredaran narkoba di wilayahnya. “Dengan begitu kami sangat terbantu agar peredaran narkoba di wilayah desa bisa diberantas dengan berkoordinasi bersama BNN,” pungkasnya. (drx)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top