Dinas Perkebunan Mendominasi Hari Pertama

BANDUNG – Sebanyak 33 inovasi bersaing ketat dalam Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) yang diikuti Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat dan kabupaten/kota se Jawa Barat. Ke-33 inovasi tersebut akan bersaing ketat untuk masuk dalam Top 10 inovasi.

Ke-33 inovator tersebut akan melakukan presentasi di depan para juri yang dilakukan selama tiga hari di Ruang Rapat Biro Organsasi Setda Pemprov Jabar. Hasil dari ekspose tersebut akan menentukan sebanyak 10 Top inovasi, terdiri atas lima perangkat daerah provinsi dan lima inovasi kabupaten/kota.

Dari 12 inovasi yang dipaparkan di hari pertama, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat mendominasi inovasi dengan lima inovasi. Tiga inovasi di antaranya dipaparkan oleh satu orang inovator. Selengkapnya lihat grafis.

Sedangkan, sengitnya kompetisi inovasi tersebut juga diapresiasi langsung Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar, Hening Widiatmoko dengan turun langsung dalam persentasi. Hening berusaha meyakinkan para juri pada program Sambara (Samsat Mobile Jawa Barat) dan Samping Katepel (Samsat Taping KTP Elektronik).

Penilaian terhadap proposal yang masuk dalam penilaian memang sengit. Bagaimana tidak, sebanyak 123 proposal inovasi tersebut diseleksi oleh tim juri dari akademisi dan media massa yang ditetapkan dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor : 067.05/kep.314org/2019 tentang Tim Penilai Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2019.

Mereka di antaranya, Antik Bintari, Sip MT (Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan llmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran Bandung); Dr Dani Ferdian, MKM (Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung); Ahmad Komarulzaman, SE M Sc PhD (Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Padjadjaran Bandung).

Kemudian, lntan Taufik, M.Si (Dosen SITH lnstitut Teknologi Bandung dan Suhendrik Sip (Direktur JIPO, Jabar Ekspres Pro Otonomi).

”Inovasi yang telah terdaftar dari 2 Mei hingga 20 Juli 2019 sebanyak 123 proposal inovasi. Jumlah tersebut terdiri atas 38 proposal inovasi dari 11 Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat dan 85 proposal inovasi dari 17 kabupaten/kota,” kata Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Barat Dra. Nanin Hayani Adam M.Si, Selasa (3/9).

Dia mengatakan, sistem penilaian inovasi dilakukan empat tahap. Di tahapan pertama, seleksi administrasi. Di poin ini, tim menyeleksi proposal sesuai dengan persyaratan proposal sesuai persyaratan yang ditentukan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD. Seleksi adminstrasi dilaksanakan pada tanggal 2 Mei sampai tanggal 20 Juli 2019.

”Proposal yang diseleksi sebanyak 123 proposal. Namunm yang lolos ke tahap berikutnya sebanyak 117 inovasi,” ujarnya.

Nanin mengatakan, tahap penilaian proposal terhadap 117 inovasi , dilaksanakan pada  21 Juli sampai 15 Agustus 2019. Dari 117 inovasi tu, akhirnya ditetap menetapkan Top 33 (12 inovasi dari 7 Perangkat Daerah Provinsi, dan 21 inovasi dari 10 kabupaten/kota).

”Ekspose inovator yang masuk ke Top 33 dilakukan selama tiga hari. Per harinya diseleksi kembali sebanyak 12 inovasi,” ujar Nanin sambil menambahkan, setiap inovator diberi waktu 10 menit paparan dan 15 menit dalam tanya jawab.

”Rencana kunjungan lapangan untuk menentukan Top 10 (5 inovasi Perangkat Daerah Provinsi den 5 inovasi kabupaten/kota) akhir September 2019,” tandasnya. (rie)

 

Perangkat Daerah
1. Biro Umum Setda Jabar
2. Dinas Perkebunan Jabar
3. Dinas Perkebunan Jabar
4. Dinas Perkebunan Jabar
5. Dinas Perkebunan Jabar
6. Dinas Perkebunan Jabar
7. Dinas Sumber Daya Air Jabar
8. Dinas Pendidikan Jabar
9. Bapenda Jabar
10. Bapenda Jabar
11. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral
12. Dinas Kesehatan Jabar

Judul Inovasi
Sitalas Android (Sistem Tata Laksana Surat)
Korsi Pinter (Konservasi Dengan Rumput Penguat Teras)
Silagup (Sistem Informasi dan Pelaporan Terintegrasi Gangguan Usaha Perkebunan)
Simponi (Sistem Informasi Kelompok Tani)
Si Kontak (Sistem Informasi Konsultasi Tani)
Apel Kelani (Akselerasi Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani)
Elenpa (Elektronik Nilai Perolehan Air)
SDBC System (Kamus Sistem Komunikasi Antara Tunarungu Dengan Tunanetra)
Sambara (Samsat Mobile Jawa Barat)
Samping Katepel (Samsat Taping KTP Elektronik)
Selaras Jabar Online (Sertifikasi Laik Operasi Ketenagalistrikan Jawa Barat Online)
KOC-DT (Kemasan Obat Cair Dosis Tunggal Braile)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top