Berikan Skill dan Pengetahuan Dasar

RANCAEKEK – Dalam upaya peningkatan SDM dan Perekonomian masyarakat Kabupaten Bandung, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bekerjasama dengan LPK Seuolina dan LPK Wirakarya menggelar pelatihan bahasa Korea dan Jepang.

Kepala Disnaker Kabupaten Bandung Rukmana mengatakan, Setelah mengikuti pelatihan bahasa korea dan jepang selama 40 hari, 260 warga masyarakat bisa mendapatkan skill dan ilmu yang bisa dimanfaatkan untuk merubah perekonomian keluarganya.

”Tahun 2019 ini, pelatihan bahasa diikuti 500 peserta. 300 pelatihan bahasa korea, 200 bahasa Jepang. Pada gelombang pertama diikuti 260 peserta, yang dilaksanakan mulai tanggal 4 Juli hingga 29 Agustus 2019,” katanya saat ditemui usai acara penutupan pelatihan di LPK Seuolina Rancaekek, belum lama ini.

Rukmana mengatakan, dengan adanya pelatihan bahasa tersebut, diharapkan bisa memberikan pengetahuan dan skill bagi masyarakat yang ingin bekerja di negera lain. ” kalau sudah memiliki skill, keahlian dan pengetahuan tentunya akan mendapat pekerjaan yang layak. Hal itu, menjadi program dan harapan pemerintah dalam mendorong peningkatan SDM dan Perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Hal yang sama dikatakan Ketua Yayasan LPK Suolina Mamat Rahmat, penyelenggaraan pelatihan bahasa korea gelombang pertama sudah selesai dilaksanakan. Adapun untuk gelombang kedua akan dilakukan seleksi pada tanggal 26 September 2019 mendatang, dengan kuota yang disiapkan 140 peserta.

”Alhamdulillah, pelaksanaan pelatihan untuk gelombang pertama selesai sesuai target dan berjalan dengan lancar. Semoga, semua peserta pelatihan bahasa korea bisa membawa perubahan ekonomi sesuai yang meraka harapkan, yang menjadi motivasi saat mendaftar pelatihan,” kata Mamat.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap program pelatihan gratis dari disnaker tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal itu terlihat pada pendaftaran gelombang pertama mencapai 200 calon peserta sedangkan kuota hanya 160. Untuk gelombang dua, kuota disediakan 140 peserta, oleh karena itu dirinya menginformasikan kepada masyarakat Kabupaten Bandung yang mau mengikuti pelatihan bahasa korea bisa mendaftarkan diri melalui Disnaker atau langsung datang ke LPK Seuolina Rancaekek.

”Pembukaan gelombang kedua akan dibuka mulai tanggal 26 September 2019 mendatang, masyarakat yang mau mengikuti bisa mendaftar langsung ke LPK Seuolina atau ke Disnaker Kabupaten Bandung di Soreang,” tuturnya

Mamat berharap, semua peserta yang telah mengikuti palatihan bahasa korea bisa meraih cita cita yang mereka harapkan. Sesuai dengan program Disnaker, pelaksanaan pelatihan bahasa untuk meningkatkan SDM dan Perekonomian masyarakat kabupaten Bandung.

”semua peserta yang sudah mengikuti pelatihan, nantinya akan mengikuti tes ujian yang dilaksanakan BP3TKI Jabar. Kalau sudah lulusan, mereka akan dikirim sesuai dengan skill dan pengetahuan yang dibutuhkan diperusahaan di korea,” akunya.

Ani dan Budi peserta pelatihan keterampilan dan bahasa korea dari Kecamatan Majalaya mengaku, termotivasi dari temannya yang sudah berangkat kerja ke korea selatan. Mengetahui ada program pelatihan gratis dari pemerintah Kabupaten Bandung, dia langsung mendaftarkan diri.

”Motivasinya ingin merubah perekonomian keluarga, dengan mengikuti pelatihan bahasa korea. kami berharap bisa lulus ujian di provinsi dan bekerja di Korea,” harapnya.

Menurutnya, dengan adanya program pelatihan bahasa secara gratis dari Disnaker Kabupaten Bandung. Pihaknya merasa terbantu, sehingga mendapatkan ilmu pengetahuan selama mengikuti palatihan di LPK seuolina selama 40 hari.

”ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami, mengikuti pelatihan secara gratis dengan semua pasilitas disediakan. Semoga, dengan ilmu yang kami dapat menjadi jalan untuk mengubah perekonomian orang tua dan keluarga,” pungkasnya. (rus)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top