Puluhan Kios PKL Cicadas Dibongkar

ANDUNG– Puluhan kios milik para Pedagang Kaki Lima (PKL) Cicadas dibongkar sendiri pada Senin (12/8) malam. Pembongkaran ini merupakan bagian dari penataan PKL di kawasan tersebut yang sudah disepakati oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dengan para pedagang.

Pembongkaran kios PKL di sepanjang jalan Ahmad Yani tersebut dimulai dari ujung sebelah timur di dekat belokan Jalan Cikutra. Sebelumnya, para pedagang telah lebih dulu mengamankan barang dagangannya.

Salah seorang pedagang di Cicadas, Asep Lukman Nulhakim menyambut antusias pembongkaran ini. Bersama pedagang lainnya, dia ikut membongkar lapak-lapak PKL. Pria yang kesehariannya berjualan pakaian ini mengaku penataan di kawasan Cicadas sudah dinantikan oleh para pedagang.

“Karena ini sudah kesepakatan para pedagang dengan pemerintah kota. Kami menyambut baik, ini kan renovasi istilahnya,” kata Asep di sela-sela pembongkaran kios PKL Cicadas, kemarin.

Asep yang sudah berjualan sejak 1998 silam ini paham bahwa penataan ini merupakan solusi jangka pendek Pemkot Bandung. Karena pada akhirnya para PKL harus mengikuti aturan jika terpaksa direlokasi.

Setidaknya, Asep merasa tenang karena pendekatan persuasif Pemkot Bandung membuat para pedagang merasa terakomodir.

“Tadinya mau dipindahkan, barangkali lahannya belum tersedia. Sekarang direnov dulu biar rapih. Kalau pun dipindahkan, pedagang minta yang di sekitar Cibeunying kidul. Banyak pedagang, warga di sekitar sini juga,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Cicadas, Suherman ikut merasa lega lantaran rencana penataan kios akhirnya bisa terealisasi. Perbincangan intensif sejak akhir 2018 ini akhirnya membuahkan hasil.

“Proses ini sudah berjalan lama, karena dengan kedatangan awal Kang Yana (Yana Mulyana). Bagi kami adalah satu anugrah. Sekarang akhirnya bisa terlaksana makanya kami sambut baik,” kata Suherman.

Dengan pengerjaan secara bertahap, Suherman menyatakan para pedagang akan menyesuaikan waktu dengan Pemkot Bandung untuk membongkar lapaknya. Sehingga kegiatan berjualan bisa tetap berlangsung.

“Pokoknya sejak 2002 itu setelah zaman Pak Aa Tarmana (Wali Kota Bandung 1998-2003) ini pakai tenda. Dan sampai sekarang baru ditangani lagi oleh Pemkot. Sekarang kami hanya mengikuti, kalau dari Pemkot siap, ya kami bongkar,” jelasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Pemkot Bandung ikut membantu pembersihan kios PKL. Hal ini guna mempercepat penataan Jalan Ahmad Yani agar para pedagang bisa segera kembali berjualan.

Pelaksana Harian Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mempimpin langsung pembersihan tersebut. “Kami dari pemerintah kota hanya memfasilitasi membersihkan area ini. Insyaallah tanggal 14 atau 15 Agustus, tenda yang disiapkan melalui dana CSR selesai. Setelah selesai akan langsung dipasang,” ucap Yana.

Yana menuturkan, pengadaan tenda sekaligus penataan kawasan Cicadas ini merupakan hasil kolaborasi Pemkot Bandung bersama Telkomsel melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR). Nantinya lapak dagang dipercantik dengan ukuran yang disesuaikan dengan keberadaan lahan karena bukan diberikan tenda permanen.

Selain mengubah tampilan, Yana mengungkapkan, penataan ini juga menjadi langkah awal untuk mengembalikan fungsi pedestrian di trotoar Cicadas. Secara bertahap Pemkot Bandung akan terus meningkatkan tampilan kawasan Cicadas agar tidak kumuh. Targetnya rampung pada September 2019.

“Pejalan kaki harus kita hargai dan hormati. Makanya kita juga akan kasih kursi, bunga dan jalan masuk akses orang yang mau datang sehingga nyaman dan mudah. Solusi jangka panjang itu relokasi. Tapi untuk reloksi perlu proses dan biaya. Tahapannya pun tidak sesederhana itu,” pungkasnya. (mg3/drx)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top