Hakim Berganti Posisi Jadi Terdakwa

BANDUNG– DCDC Pengadilan Musik Jilid 34 menampilkan hal baru salah satunya dengan kehadiran band Jasad dimana salah satu personelnya Man Jasad duduk sebagai terdakwa menggantikan posisi hakim di setiap episodenya.

Berdiri sejak 1990 di Ujungberung, band ini seolah tidak pernah mati. Bertahan selama 29 tahun, mereka berubah menjadi monsterdeath metalyang tak terkalahkan. Musik yang dimainkan bukan berasal dari sebuahgenreyang banyak didengar oleh banyak orang, namun berkat Jasad,death metaldi Indonesia hadir sebagaigenredengan komunitas pendengar yang besar.

DebutMini albumbertitleC’est La Vie(1996/Palapa Record), album penuhWitness Of Perfect Torture(2001/Rottrevore Records),Annihilate The Enemy(2005/Sevared Records) danRebirth of Jatisunda(2013) berhasil dirilis di sepanjang perjalanan karir Jasad. Album-album tersebut menjadi amunisi Jasad untuk makin tak terbendung, hingga berhasil merambah ke panggung-panggung kaliber dunia.

Jasad yang hari ini terdiri dari Mohamad Rohman (vokal), Yuli Darma (bass), Ferly Suferli (gitar), Reduan Purba (Gitar) dan Oki Fadhlan (drum) menjadi formasi terbaik dalam sejarah panjang perjalanan karir mereka di kancah musikdeath metal.

Kombinasi mematikan antara Generasiold skool death metaldengan suntikan darah segar dengan semangatmodern death metal. Dalam beberapa bulan ke depan di tahun 2019 ini, Jasad akan kembali merilis album terbaru. Ada angka ‘5’ yang beberapa kali mereka sertakan di setiap unggahan mereka terkait perilisan album terbaru, dan angka tersebut masih menjadi misteri untuk dikuak.

Dengan mengenakan seragam terdakwa berwarna hitam garis kuning band Jasad akhirnya harus merasakan duduk di kursi panas Djarum Coklat Dot Com (DCDC) Pengadilan Musik. Untuk mempertangung jawabkan misteri angka ‘5’.

Sidang yang berlangsung sekitar dua jam digelar di Kantinnasion Rumah The Panas Dalam, Jalan Ambon, Bandung, Jumat (19/7) malam.

Sidang Pengadilan Musik ke- 34 ini, cukup ramai dihadiri pengunjung. Kurang lebih mencapai 120 penonton yang memadati area sidang.

Dalam sidang kali ini menghadirkan dua Jaksa Penuntut Umum Budi Dalton dan Pidi Baiq. Untuk pembela di tempati oleh Yoga (PHB) Dan Ruly (Pasar Barang Antik Cikapundung). Untuk jalan persidangan dipimpin langsung Eddi Brokoli sebagai Panitera.

Panitera Eddi Brokoli mengatakan, untuk DCDC episode yang ke-34 ini akan menjadi istimewa. Pasalnya hakim yang biasa memimpin di pengadilan musik selama 33 episode ke belakang. Harus manjadi terdakwa untuk diadili di pengadilan musik.

“Yang ke-34 ini, kebetulan yang jadi terdakwa ini memang Jasad secara band, Man Jasad secara vokalisnya harus ada di situ, hakimnya akan menjadi terdakwa. Jadi, perjalanan sidang akan sedikit berbeda dengan sebelumnya,” katanya

Ditambahkannya, untuk episode 34 kali ini pihaknya telah sepakat untuk hakim pada episode kali ini adalah jaksa penuntut umum dan audience yang menjadi hakim. Untuk putusannya nantinya bisa dibacakan langsung oleh jaksa penuntut atau panitera.

“Karena hakim pengadilan musik tidak bisa digantikan, harus Man Jasad, kita serahkan kepada jaksa penuntut hasil puas atau tidaknya,” tambahnya.

Eddi menuturkan, dengan adanya konsep pengadilan musik dirinya menilai sangat positif. Pasalnya acara seperi ini bisa melatih mental musisi-musisi yang baru mengeluarkan album baru.

“Pengadilan ini sangat bagus, karena ini bisa melatih mental musisi baru, dan alat promosi dengan cara baik,” tuturnya.

Ditemui di tempat yang sama, Perwakilan Brand Djarum Coklat Nesa Marieta mengatakan, menjadikan Jasad sebagai terdakwa di DCDC pengadilan musik ini, bukan tanpa alasan. Akan lebih unik apabila hakim jadi terdakwa dan kebetulan Jasad sedang mengeluarkan album baru.

“Kita mencari suasana yang beda sih, dan kebetulan Jasad sedang mengeluarkan album dan bisa kita langsung bahas di program musik, terus menarik juga yah, kalau hakim jadi terdakwa,” katanya.

Dijelaskannya, sejauh ini antusias penonton sangat baik dengan adanya DCDC pengadilan musik ini. Pihaknya pun akan terus berusaha mencari telen semenarik mungkin.

“Sampai sekarang antusias para penonton sangat bagus. Dan akan kita lanjutkan, mungkin untuk talennya kita akan cari yang bayak pemintatnya,” jelasnya.

Nesa berharap, ke depannya DCDC pengadilan musik bisa memberikan hal positif bagi para penonton. Serta semakin memuaskan para masyarakat dalam konten musik.

“Pengadilan musik bisa terus dinikmati oleh para penonton dan semakin memuaskan dalam konten musiknya agar bisa lebih menghibur penonton DCDC,” pungkasnya. (adv/mg4/drx)

 

HAL BERBEDA: DCDC Pengadilan Musik Jilid 34 menampilkan hal baru salah satunya dengan kehadiran band Jasad yang salah satu personelnya merupakan seorang hakim mendadak jadi terdakwa kemarin malam.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top