KPU Kembali Gelar Rekapitulasi Hasil Pemilu untuk 9 Provinsi

Foto : kompas

KPU akan kembali melanjutkan rekapitulasi nasional hasil pemilu di tingkat provinsi. Rencananya pada Selasa (14/5) ini, KPU akan merekapitulasi hasil pemilu di 9 provinsi.

“Perlu kami sampaikan, provinsi yang tiba di Jakarta (ada dari) Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Banten, NTB, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Nah ada 9 provinsi yang akan berada di Jakarta,” kata Ketua KPU Arief Budiman di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/5).

Arief menjelaskan, karena ada banyak provinsi yang akan direkap, KPU akan kembali menggunakan metode 2 panel. KPU juga akan membagi menjadi beberapa sesi untuk rekapitulasi yang akan dimulai pukul 10.00 WIB.

“Kita akan bagi dalam 2 panel yang nanti masing-masing (provinsi) yang sudah tiba, malam ini ada Jatim, Sulteng, NTT dan Jambi. Jadi untuk sesi pagi kita akan bagi 2 panel Jatim, Sulteng kemudian NTT dan Jambi,” jelas Arief.

“Sesi pagi maksudnya sebelum istirahat siang, sesi siang akan berurutan setelah sesi pagi selesai, kemudian akan dilanjutkan provinsi yang tiba siang sampai sore akan kita lanjutkan sampai malam,” ucap Arief.

Hingga saat ini, sudah 14 provinsi yang direkap nasional oleh KPU.

Mengenai sistem 2 panel ini, Bawaslu sempat memberikan pertanyaan kepada KPU. Sebab provinsi yang akan direkap besok mempunyai jarak yang berjauhan.

“Misalnya kalau kita lakukan secara panel, yang pertama NTT dan Jambi sudah selesai sedangkan Jatim belum selesai, apakah bisa dilanjut ke Sulteng, Kepri, mengingat Jatim ada hampir 11 Dapil, apakah itu dimungkinkan?” kata Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar.

Menanggapi hal itu Arief mengatakan KPU tetap akan melanjutkan rekapitulasi jika ada provinsi yang belum selesai dilakukan rekapitulasi. KPU akan membagi secara berimbang bukan hanya dari jumlah provinsi.

“Kita akan bagi berimbang bukan hanya jumlah provinsi tetapi juga menghitung jumlah dapilnya, jadi kita menyesuaikan saja,” ucap Arief.

Selain itu Arief juga mengingatkan kepada TKN Jokowi-Ma’ruf dan BPN Prabowo-Sandi agar membagi saksi menjadi 2.

Sumber : kumparan

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top