Delegasi ‘Israel’ Akan Kunjungi Arab Saudi pada Tahun 2020

Presiden dan Pendiri Conscience Foundation Rabi Arthur Schneier (kanan) dan Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Muhammad Abdul Karim Al-Issa berbincang sebelum menandatangani sebuah perjanjian yang menyerukan ‘perlindungan terhadap situs-situs keagamaan di seluruh dunia’ pada 29 April 2019. Foto: Johannes Eisele/AFP/Getty Images

LONDON, Rabu : Delegasi Yahudi-‘Israel’ menerima undangan Liga Muslim Dunia untuk mengunjungi Arab Saudi. Hal itu diungkapkan sumber-sumber berbahasa Ibrani Jumat (3/5) lalu.

“Untuk pertama kalinya, delegasi Yahudi akan mengunjungi Arab Saudi untuk memenuhi undangan Liga Muslim Dunia, ungkap Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Syaikh Muhammad Bin Abdul Karim Issa, yang mengumumkan bahwa kunjungan itu akan dilakukan pada Januari 2020,” cuit Kementerian Urusan Luar ‘Israel’ dalam bahasa Arab di Twitter.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memimpin negara-negara Arab untuk menjalin hubungan terbuka dengan ‘Israel’. Diberitakan tahun lalu bahwa Riyadh telah mengizinkan Air India menggunakan wilayah udaranya untuk penerbangan ke Tel Aviv.

Putra Mahkota Muhammad Bin Salman juga dilaporkan telah menawarkan kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas 10 miliar dolar selama sepuluh tahun untuk memaksanya menerima rencana perdamaian dengan ‘Israel’ yang digagas Amerika Serikat: Deal of the Century.

Langkah normalisasi hubungan dengan ‘Israel’ dikecam banyak pihak karena dianggap sebagai sebuah tikaman dari belakang terhadap Palestina. Dalam siaran pers akhir November 2018, juru bicara Hamas Abdel-Latif Al-Qanou menyatakan: “Normalisasi hubungan dengan penjajah Zionis juga merupakan tikaman dari belakang bagi semua negara yang menolak penjajahan.”

Tak heran, aksi penolakan atas normalisasi juga muncul. Lebanon, misalnya, meluncurkan kampanye global menentang normalisasi dengan penjajah Zionis pada 5 April lalu di Beirut, dengan partisipasi tokoh-tokoh nasional, politik, pan-Arab serta tokoh budaya Palestina dan Lebanon.

Ketika itu dalam konferensi pers, Sekretaris Jenderal Koalisi Global untuk Baitul Maqdis dan Palestina, Mohammad Akram Al-Adlouni menyatakan, salah satu tantangan paling kritis yang dihadapi rakyat Palestina saat ini adalah kemampuan untuk menghentikan upaya normalisasi hubungan dengan ‘Israel’ pada saat sejumlah negara bergegas untuk meningkatkan hubungan mereka dengan penjajah Zionis.

Sementara itu, Koordinator Umum Inisiatif Pemuda Palestina di Luar Negeri, Abdullah Al-Rifai, meminta kaum muda untuk menolak normalisasi dalam semua bentuk: akademik, politik, teknis, dan ekonomi

 

Sumber : Sahabat Al-Aqsha

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top