Ini isi Pidato Ketum PA 212 Slamet Maarif yang dipermasalahkan

Photo : Republika

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melanggar UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Slamet Maarif dianggap telah berkampanye di luar jadwal saat berorasi di depan massa Tabligh Akbar 212 di Solo Raya, Minggu (13/1) lalu.

Berikut isi pidato Slamet Maarif di Tablig Akbar PA 212 di Solo Raya yang dipermasalahkan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah, walhamdulillah, wassalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’du. Faya ibadallah, ittaqullah, ittaqullah haqqatuqatih.

Para alim ulama, para kiai, para guru, yang mohon maaf tidak bisa kami sebutkan namanya satu-satu tanpa mengurangi rasa hormat kami. Teristimewa buat seluruh pimpinan ormas Islam yang hadir bersama kita di pagi hari ini. Teristimewa juga untuk panglima lPD DKI Jakarta, teristimewa pula untuk ketua PA 212 Solo Raya kita doakan mudah-mudahan seluruh guru kita, kiai kita, ustaz kita senantiasa panjang umur, istiqomah berjuang untuk Allah SWT. Amin ya raballamin.

Lanjut? (teriak massa: lanjut). Lanjut? Takbir! Saudaraku, saya dari Jakarta datang ke Kota Solo. Kenapa saya datang? karena saya diundang untuk acara tablig akbar. Saya datang ke Solo karena mau mengaji, Saudara, karena saya datang mau tablig akbar, karena saya datang mau ngaji.

Begitu sampai bandara tadi informasi yang masuk ustaz bagaimana penjegalan di mana-mana, penggembosan di mana-mana, pemulangan di mana-mana, kondisinya luar biasa ustaz. Di sepanjang jalan polisi di mana-mana ustaz. Saya bilang eh saya datang mau ngaji, saya datang mau tablig akbar, saya datang demi Allah. Begitu sampai ke kota Solo kami pantang pulang kembali, Saudara. kami terus jalan. Demi Allah kami enggak takut. Demi Allah kami enggak akan pulang. Kami datang niat ngaji. Kami datang untuk tablig akbar. Kalau pun kami mati, demi Allah, di sisi Allah, syahid buat kami, Saudara.

Jangan pernah pikir kami takut dengan kematian. Demi Allah kami tidak pernah takut dengan kematian saudara. Umat Islam, para mujahid 212, demi Allah enggak pernah takut dengan kematian. Kalau engkau takut mati, kami enggak takut mati. Kalau kau takut kehilangan jabatan, kami enggak takut kehilangan jabatan. Kalau kamu takut kehilangan harta, demi Allah kami enggak takut kehilangan harta saudara. Maka saya putuskan saya tetep lanjut datang ke kota Solo, saya akan orasi di hadapan Anda semua saudara.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top