Istri Netanyahu Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Baru

Foto: Anadolu Agency

BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Ahad (Anadolu Agency): Sara, istri Benyamin Netanyahu, diperiksa oleh penyelidik ‘Israel’ pada Jum’at (7/12) lalu atas dugaan korupsi baru. Demikian pemberitaan harian ‘Israel’, Haaretz.

“Istri perdana menteri diperiksa oleh penyelidik pada Jum’at selama lebih dari tiga jam atas dugaan penipuan yang mencurangi pengawas keuangan ‘Israel’,” ungkap Haaretz.

Kasus ini diselidiki sebagai catatan tambahan atas kasus suap Bezeq-Walla, yang melibatkan Benyamin Netanyahu.

Investigasi penyelidik terhadap Sara Netanyahu terkait syarat-syarat kerja dari mantan penasihat media keluarga, Nir Hefetz.

Hefetz, berdasarkan kecurigaan pihak penyelidik, dipekerjakan tanpa bayaran.

Menurut surat kabar itu, jika jaksa memutuskan untuk mendakwa Netanyahu atas kasus ini, itu akan ditambahkan ke dakwaan yang sudah dilayangkan terhadap Sara terkait pelanggaran-pelanggaran di kediaman perdana menteri.

Juni lalu, istri Netanyahu itu didakwa atas penipuan dan pelanggaran kepercayaan publik karena diduga menggunakan dana publik untuk membayar makanan mahal di restoran.

Menurut dakwaan, Sara memerintahkan staf di kediaman perdana menteri di Baitul Maqdis untuk memesan makanan pribadi senilai 350.000 shekel (96.600 dolar) pada periode 2010 hingga 2013.

Selama dua tahun terakhir, Netanyahu dan keluarganya telah diperiksa beberapa kali atas tuduhan korupsi dan penipuan.

Pada Februari, pihak penyelidik ‘Israel’ merekomendasikan Netanyahu untuk didakwa atas tuduhan korupsi dan menyatakan ada bukti yang cukup untuk secara resmi mendakwanya dalam dua kasus korupsi terpisah.

Kasus pertama melibatkan produser Hollywood ‘Israel’ Arnon Milchan, yang diduga diminta untuk membelikan barang-barang mewah baik untuk Netanyahu maupun istrinya.

Yang kedua berkaitan dengan dugaan kesepakatan untuk liputan media yang baik dengan Arnon Mozes, penerbit harian berbahasa Ibrani terkemuka, Yedioth Ahronoth.

Jaksa Agung ‘Israel’, Avichai Mandelblit, dilaporkan belum memutuskan apakah akan mengajukan tuntutan terhadap Netanyahu atas kedua kasus tersebut.* (Anadolu Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top