KAUM PEREMPUAN TOLAK DIJADIKAN KOMODITAS POLITIK OKNUM POLITIK

Cianjur- Para ibu muda lintas profesi yang terhimpun dalam wadah Gerakan Perempuan Parahyangan(GPP) tadi pagi berkumpul di cafe sabore Jl KH Hasyim asyhari warujajar Cianjur (5 Nov 2019). para ibu cantik ini ikut menyuarakan suara mereka dalam menyikapi kontestasi politik yang sedang berlangsung saat ini, mereka enggan dijadikan sarana untuk komoditas politik tertentu, dengan istilah “Emak emak” secara perspektif politik. ” Kaum “emak emak” ini dianggap sebagai Influencer untuk meraih hati para pemilih, identik dengan media gossip serta rentan terhadap penyebaran isu-isu politik yang tidak bertanggung jawab HOAX karena faktor emosional dianggap mampu mempengaruhi dan mengubah pilihan rasional pemilih, kaum perempuan yang sangat begitu dekat dengan dunia stabilitas ekonomi rumah tangga menjadi salah satu urusan yang dibawa ke ranah politik untuk ikut andil dalam hiruk pikuk politik tetapi mereka menolak untuk dijadikan sarana komoditas politik oknum politikus tertentu karena bagaimanapun juga kaum perempuan adalah kaum yang bermartabat memegang posisi sentral dan strategis dalam keluarga dan masyarakat selain sebagai manajer rumah tangga juga sebagai pemersatu dan penyelaras segala perbedaan termasuk perbedaan pandangan dan pilihan politik karena figur ibu adalah penjaga adat, nilai dan peradaban” tutur UMI LISTYAWATI sebagai ketua pelaksana GPP PARAHYANGAN Kab Cianjur kepada tim darikita.com. (Zulle)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top