Serangan Udara ‘Israel’ Tewaskan 3 Bocah di Gaza

Foto : Anadolu

ANKARA, Senin (Daily Sabah | Al Jazeera): Tiga bocah Palestina berusia antara 13 dan 14 tahun syahid dalam serangan udara ‘Israel’ di bagian tenggara Jalur Gaza dekat pagar dengan ‘Israel’ pada Ahad (28/10). Juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf al-Qidra, mengidentifikasi ketiga bocah itu adalah Khaled Bassam Mahmoud Abu Saeed (14); Abdul Hameed Mohammed Abdul Aziz Abu Zaher (13); dan Mohammed Ibrahim Abdullah al-Sutari (13).

Ia menyatakan, ambulans membawa jenazah mereka ke RS Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah di pusat Jalur Gaza.

Kantor berita Palestina Wafa memberitakan, para serdadu Zionis “melepaskan tembakan ke arah ambulans dan mencegah akses” ke tempat pengeboman, yang terletak di timur laut Khan Younis.

Dalam pernyataan tertulis, penjajah Zionis berdalih bahwa pesawatnya menembaki tiga warga Palestina yang mendekati pagar dan “tampaknya terlibat dalam menempatkan alat peledak rakitan (IED) yang berdekatan” dengan pagar.

Pembunuhan ini terjadi sehari setelah Islamic Jihad mengumumkan gencatan senjata dengan ‘Israel’ yang dimediasi oleh Mesir.

Deklarasi terjadi beberapa jam setelah ‘Israel’ meluncurkan serangan udara yang menghantam lebih dari 80 titik perlawanan di Jalur Gaza. Penjajah Zionis berdalih serangan itu dilakukan setelah roket-roket ditembakkan dari Jalur Gaza ke selatan ‘Israel’.

Selama tujuh bulan terakhir, warga Palestina di Gaza melakukan demonstrasi di sepanjang perbatasan Gaza dan wilayah yang kini diklaim sebagai ‘Israel’ untuk menuntut hak kembali ke rumah-rumah mereka di Palestina bersejarah dari mana mereka diusir pada tahun 1948.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 12 tahun yang diberlakukan ‘Israel’ atas Jalur Gaza, yang telah menghancurkan perekonomian di kawasan tersebut dan membuat dua juta penduduknya sangat kekurangan banyak komoditas dasar.

Sejak demonstrasi dimulai pada 30 Maret, lebih dari 200 warga Palestina syahid –dan ribuan lainnya terluka– oleh serdadu Zionis yang dikerahkan di sepanjang perbatasan.* (Daily Sabah | Al Jazeera | Sahabat Al-Aqsha)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top