Penjajah Zionis Kuasai 87 Persen Tanah di Bayt Lahm

Foto: PIC

BAYT LAHM, Selasa (PIC): Walikota Bayt Lahm Anton Salman, kemarin (22/10), mengungkapkan bahwa penjajah Zionis ‘Israel’ telah merampas sekitar 22.000 dunum (2.200 hektar) tanah Bayt Lahm, yang merupakan 87% dari wilayah provinsi tersebut.

Dalam wawancara eksklusif dengan PIC, Salman menyatakan bahwa Bayt Lahm dihuni oleh 29.000 warga Palestina. Sebagian besar dari mereka terus menerus menjadi sasaran penghancuran rumah, khususnya mereka yang tinggal di Area C, yang secara eksklusif dikontrol oleh ‘Israel’.

Salman menjelaskan, Bayt Lahm dikelilingi 23 permukiman ilegal Yahudi yang dihuni oleh 168.000 pemukim ilegal. Menurut Salman, 65% tanah Bayt Lahm terletak di Area C, sekitar 17,3% di Area A, dan 1,6% di Area B. Hanya 13,4% daerah Bayt Lahm yang dikelola oleh Otoritas Palestina, dan 22% sisanya adalah cagar alam yang dikuasai oleh ‘Israel’.

“87% tanah Bayt Lahm sepenuhnya di bawah kontrol ‘Israel’, sekitar 7,3% dikuasai oleh Otoritas Palestina, dan 6,1% dikelola oleh ‘Israel’ dan Otoritas Palestina,” jelasnya.

Perampasan tanah

Salman menyatakan bahwa tanah-tanah di Bayt Lahm telah berulang kali menjadi target perampasan bahkan sebelum Perjanjian Oslo pada 1993.

Perampasan tanah pertama di provinsi itu, kata dia, terjadi sesudah keputusan parlemen ‘Israel’ Knesset untuk mencaplok Baitul Maqdis Timur sebagai ibukota ‘Israel’. Semua tanah yang terletak di sebelah utara Garis Hijau di Bayt Lahm dianggap sebagai bagian dari Baitul Maqdis dengan dalih para pemiliknya tidak ada.

Komunitas Kristen

Menanggapi pertanyaan mengenai berkurangnya jumlah kaum Kristen di Palestina, Anton menghubungkan ini dengan tiga alasan. Pertama, ketidakstabilan sosial dan politik yang diakibatkan oleh penjajah Zionis ‘Israel’. Alasan kedua adalah aktivitas permukiman ilegal Yahudi dan perampasan tanah-tanah milik warga Palestina. Ketiga, sebagian besar kaum Kristen memiliki kerabat di luar negeri yang mendorong mereka untuk beremigrasi.

Salman menunjukkan bahwa ‘Israel’ telah mendeportasi sejumlah besar orang-orang Kristen ke luar wilayah-wilayah Palestina sejak perang 1948. Ia menambahkan, dari 31.000 orang Kristen yang ada di Baitul Maqdis pada 1948, kini hanya tersisa 12.000 orang.

Pernyataan Netanyahu

Mengomentari pernyataan Benyamin Netanyahu pekan lalu, Salman menyatakan bahwa tujuan Netanyahu adalah merusak persatuan nasional antara kaum Kristen dan ummat Muslim yang telah ada selama ribuan tahun di Palestina.

“Jika Netanyahu benar-benar peduli dengan kaum Kristen Palestina, khususnya yang ada di Bayt Lahm, ia seharusnya mengembalikan 22.000 dunum yang secara ilegal dicaplok untuk memperluas permukiman ilegal Yahudi,” tegas walikota Bayt Lahm itu.

Dalam keterangan pers pekan lalu, Netanyahu mengklaim bahwa ‘Israel’ adalah satu-satunya entitas demokratis di Timur Tengah yang melindungi hak-hak kaum Yahudi, Kristen dan Muslim.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top