Ibu Delapan Anak Tewas Setelah Pemukim Ilegal Yahudi Lempari Mobilnya dengan Batu

TEPI BARAT TERJAJAH, Ahad (Al Jazeera): Seorang wanita Palestina tewas setelah batu-batu dilemparkan ke mobil yang dia tumpangi, di dekat permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat terjajah.

Kantor berita Palestina, Wafa, memberitakan Aisha Al-Rawbi (47), ibu dari delapan anak, dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit pada hari Jum’at (12/10) malam akibat cedera kepala yang dideritanya dalam insiden pelemparan batu itu.

Ribuan warga Palestina menghadiri pemakamannya pada Sabtu (13/10) di desa Biddya, Tepi Barat terjajah.

Suaminya, Aykube al-Rawbi (52), yang ada di mobil bersama Aisha, menyatakan kendaraan dilempari batu ketika mereka melewati permukiman ilegal Yahudi di dekat Nablus, di bagian utara Tepi Barat terjajah.

“Batu-batu itu berasal dari arah permukiman ilegal Yahudi itu. Saya bisa mendengar orang-orang berbicara bahasa Ibrani, tapi saya tidak melihat mereka,” kata al-Rawbi kepada Reuters.

Kementerian Urusan Luar Negeri Palestina menyatakan, ‘Israel’ harus bertanggung jawab atas kematian al-Rawbi dan meminta komunitas internasional untuk “mempercepat perlindungan internasional bagi warga Palestina.”

Menurut Reuters, rekaman peristiwa menunjukkan sesuatu yang tampak seperti batu bata berlumur darah ada di bagian kaki kursi penumpang, yang tertutup kaca pecah dan bercak darah.* (Al Jazeera | Sahabat Al-Aqsha)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top