‘Demonstrasi Tak Akan Berhenti Hingga Penjajah Zionis Cabut Blokade’

Kabar palestina

KOTA GAZA, Ahad (Anadolu Agency): Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyah menyatakan, demonstrasi anti-penjajahan di sepanjang perbatasan Jalur Gaza tidak akan berhenti hingga ‘Israel’ mencabut blokade 12 tahun atas Gaza. “Great March of Return tidak akan menerima solusi yang memihak,” kata Haniyah usai menshalati jenazah pemuda Palestina yang syahid akibat tembakan serdadu Zionis di dekat perbatasan Gaza pada Jum’at (12/10).

“Aksi unjuk rasa tidak akan menerima apa pun kecuali pencabutan blokade di Jalur Gaza,” katanya.

Tujuh warga Palestina syahid dan 154 orang terluka akibat tembakan gerombolan sniper ‘Israel’ pada Jum’at (12/10) lalu saat demonstrasi menentang blokade ‘Israel’ atas Gaza. Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qidra, mereka yang syahid adalah Mohammad Isam Abbas (21), Ahmed Ibrahim al-Tawil (27), Mohamed Abdel Hafiz Ismael (29), Ahmed Ahmed Abu Naim (17), Abdullah Berham ad-Da’ame (25), Tamir Eyyad Abu Arman (22), dan Afifi Mohammad Ata Afifi (18).

“Gaza berjuang untuk mengikis apa yang disebut ‘kesepakatan abad ini’,” ungkap Haniyah, mengacu pada rencana “perdamaian” antara Palestina dan ‘Israel’ yang digagas Amerika Serikat.

Demonstran menuntut “hak untuk kembali” ke rumah-rumah dan desa-desa mereka di Palestina terjajah 1948 yang telah dirampas untuk memberi jalan bagi pendirian negara palsu ‘Israel’.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 12 tahun ‘Israel’ atas Jalur Gaza, yang telah menghancurkan ekonomi kawasan tersebut dan membuat sekitar dua juta penduduknya kekurangan banyak komoditas dasar.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 200 warga Palestina syahid –dan ribuan lainnya terluka– sejak demonstrasi yang dijuluki Great March of Return itu dimulai pada 30 Maret.* (Anadolu Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top