Inilah Kondisi Terkini Ustadz Abu Bakar Baasyir di Lapas Gunung Sindur

Jakarta – Tim Pengacara Muslim (TPM), Jumat (05/10/2018), mengunjungi Ustadz Abu Bakar Baasyir (ABB) di Lapas Gunung Sindur. Kunjungan ini untuk meninjau kesehatan ustadz yang ditempat di sel super maximum security ini. Ahmad Michdan, salah satu advokat TPM mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut hanyalah kunjungan rutin saja, selain untuk meninjau kesehatannya, TPM juga bersilaturahmi. “Kesehatan beliau relatif normal artinya kesehatannya relatif baik tidak terlalu mengkhawatirkan. Kakinya sudah tidak bengkak, hanya saja beliau masih belum bisa bangkit sendiri setelah duduk lama,” ungkap Michdan melalui sambungan telepon kepada Kiblat.net, Sabtu (06/10/2018).

Dalam pertemuan hampir dua jam tersebut, imbuh Michdan, ustadz meminta informasi terkini terkait kondisi umat Islam. “Kan kemarin kita ngobrol lama hampir 2 jam, untuk hal-hal yang dibahas berkaitan dengan keumatan saja, jadi beliau meminta kita untuk bercerita tentang beberapa ikhwan yang kami tangani. dan persoalan umat Islam lainnya,” ungkapnya. Hal-hal yang disampaikan TPM diantaranya, ada beberapa keluarga narapidana yang belum bisa membesuk keluarganya karena adanya peraturan baru. Lalu ada juga klien TPM yang sakit di dalam Lapas.

TPM juga menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang mengajukan permintaan audiensi ke DPR untuk meninjau dan mengevaluasi Undang-undang Tindak Pidana Terorisme yang baru. Beberapa poin yang akan diajukan untuk dievaluasi adalah cara penangkapan, sangkaan-sangkaan dalam pasal yang baru, dan juga hak-hak terduga teroris untuk mendapat penasihat hukum yang mereka pilih sendiri. “Itu menjadi bahasan kita yang akan kita ajukan ke DPR, setidak-tidaknya paska kejadian Mako Brimob dan Surabaya. Itu memang perlu ada transparansi dan pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-undang terorisme yang baru itu,” ungkapnya.

Selain itu, ABB berpesan kepada segenap umat Islam untuk selalu berdakwah, dan juga untuk selalu menasehati para pemegang kekuasaan atau pejabat untuk menunaikan amanahnya. “Beliau berpesan bahwa dalam kondisi apapun dakwah itu penting. Dakwah kepada para pejabat kepada para pemegang kekuasaan itu penting karena bertujuan untuk kebaikan rakyat. Keadilan itu harus diperhatikan,” pungkas Michdan.

Sumber : Kiblat

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top