Penembak Jitu ‘Israel’ terus Menargetkan Warga Sipil Palestina

Foto : hidayatulloh

Tentara penjajah ‘Israel’ terus membunuh demonstran sipil Palestina yang tidak bersenjata dengan penembak jitu dan amunisi hidup di Jalur Gaza yang terkepung, demikian disampaikan Pusat Hukum untuk Hak Minoritas Arab di Israel, Adalah.

Menurut Adalah (keadilan, Arab), lebih dari 18 tahun sejak Oktober 2000, ketika polisi penjajah ‘Israel’ membunuh 13 demonstran Palestina yang tidak bersenjata di ‘Israel’ dan sejak temuan Komisi Penyelidikan, yang dipilih oleh pemerintah penjajah ‘Israel’ untuk menyelidiki peristiwa tersebut, menyimpulkan bahwa “Ini harus jelas, bahwa tembakan langsung, termasuk oleh penembak jitu (sniper), bukanlah sarana bagi polisi untuk membubarkan kerumunan,” tulis Ma’an News.

Adalah mengatakan hari Jumat lalu, pasukan ‘Israel’ menewaskan tujuh orang Palestina, termasuk dua anak berusia 12 dan 14 tahun, dan melukai sedikitnya 257 lainnya di Gaza, di antaranya 163 ditembak dengan amunisi hidup ‘Israel’.

Adalah merilis sebuah pernyataan yang menuntut ‘Israel’ untuk segera menghentikan penembakan terhadap demonstran sipil dengan peluru tajam dan untuk memungkinkan warga Palestina menggunakan hak mereka untuk memprotes dan kebebasan berekspresi politik.

Pada Oktober 2000, polisi Zionis- ‘Israel’ dan unit penembak jitu khusus menewaskan 13 warga Palestina yang tidak bersenjata, termasuk 12 warga ‘Israel’ dan satu warga Gaza, dan melukai ratusan lainnya ketika warga Palestina ‘Israel’ berpartisipasi dalam demonstrasi massal di seluruh negeri untuk memprotes kebijakan penindasan penjajah terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan/Occupied Palestinian Territory (OPT) pada awal Intifada Kedua.

Namun, 18 tahun kemudian tidak seorang pun perwira polisi ‘Israel’, komandan atau politisi yang bertanggung jawab atas pembunuhan dalam peristiwa Oktober 2000 telah bertanggung jawab atas tindakan mereka atau dihukum.

Adalah bersama dengan keluarga dari 13 warga sipil yang terbunuh terus menuntut agar mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan Oktober 2000 dihukum.

Adalah berkata “Delapan belas tahun telah berlalu dan meskipun rekomendasi yang jelas dari Or Comnision, angkatan bersenjata ‘Israel’ tidak mengubah praktik mereka tetapi terus menggunakan kekuatan berlebihan dengan amunisi di Palestina untuk orang tidak bersenjata bertentangan dengan hukum ‘Israel’ dan internasional, kali ini juga digunakan terhadap demonstran di Gaza.”

Or Commisioan, sebuah panel penyelidikan yang ditunjuk pemerintah penjajah untuk menyelidiki peristiwa Oktober 2000 pada awal Intifada Kedua di mana 12 warga Arab-Israel dan satu warga Palestina dibunuh polisi Israel saat demonstrasi.

Sejak dimulainya aksi kepulangan atau juga disebut “Great Return March” aksi damai ‘hak kembali ke Palestina yang terjajah’ di Gaza pada 30 Maret, “pasukan ‘Israel’ telah menewaskan 151 orang – termasuk 30 anak-anak, satu wanita, dua wartawan, tiga paramedis, dan tiga orang penyandang cacat, menurut angka-angka dari Pusat Hak Asasi Manusia (HAM) Al-Mezan yang berpusat di Jabaliyah.

Tentara penjajah juga melukai 10.234 orang, termasuk 5.814 – di antaranya 939 anak-anak dan 114 wanita – dengan senjata api. ”

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top