Erdogan: Kami Tak Akan Tinggalkan Suriah Sampai Pemilu Digelar

Recep Tayip Erdogan

Istanbul – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Kamis (04/10), bahwa Turki tidak akan meninggalkan Suriah sebelum rakyat Suriah menggelar pemilu. “Ketika rakyat Suriah menggelar pemilu, kami akan menyerahkan Suriah kepada pemiliknya setelah mereka mengadakan pemilihan,” kata Erdogan di sebuah forum di Istanbul, seperti dilansir dari Reuters.

Erdogan sepakat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin bulan lalu untuk membentuk zona demiliterisasi di antara wilayah pejuang oposisi dan pemerintah di Suriah utara. Turki menempatkan militernya di wilayah Afrin di barat laut Suriah dan di sebelah timurnya di sekitar Jarabulus. Erdogan juga mengatakan bahwa Turki tidak memiliki kesulitan dalam mengadakan pembicaraan dengan kelompok “militan” di Idlib, wilayah besar terakhir yang masih di bawah kendali oposisi bersenjata.

Turki sendiri telah mengamini Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), oposisi jihadis yang mengontrol mayoritas Idlib, sebagai bagian dari kelompok “teroris” pada Agustus lalu. Keputusan itu sejalan dengan resolusi PBB dan keinginan Amerika Serikat serta Rusia, dua Negara besar yang turut bermain di Suriah. Erdogan dan Putin menyetujui sejumlah poin kesepakatan terkait Idlib pada pertemuan Sochi bulan lalu. Poin penting kesepakatan itu membentuk zona demiliterisasi seluas 15 hingga 20 kilometer di garis kontak wilayah oposisi dan rezim. Tak boleh ada kelompok jihadis atau senjata berat di zona tersebut.

Erdogan menjelaskan bahwa pihaknya memiliki sedikitnya 12 pos pemantau militer di Idlib. Sementara Rusia mengelola 10 dan Iran enam pos lainnya. Pos-pos itu dibangun berdasarkan kesepakatan Konferensi Astana, yang digelar Rusia, Turki dan Iran.

 

Sumber : kiblat

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top