Uu: Solusi Permasalahan Sopir Angkot Di Jabar Sudah Ada dalam Program Jabar Juara

CIAWI, BOGOR — Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan solusi permasalahan sopir angkutan umum atau angkot di Jabar sudah ada dalam program Jabar Juara yang diusung oleh dirinya bersama Ridwan Kamil.

Hal itu diungkapkan oleh Uu usai bersilaturahmi dengan salah satu komunitas sopir angkot terbesar di Jabar yang memiliki sekitar 2000 anggota dan berbasis di Bogor yakni Solidaritas Elegan Ekstrem Islami atau disingkat SEKSI.

“Apa yang diharapkan oleh Sopir angkot sudah ada diprogram Jabar juara karena Jabar juara meliputi semuanya, juara Agamanya, juara masyarakatnya, juara infrastrukturnya,” kata UU kepada wartawan usai silaturrahmi, Jumat (20/4/2018).

Dalam silaturahmi dengan komunitas sopir angkot itu, UU disambut langsung oleh pimpinan komunitas SEKSI, Eman Hidayat. Emen panggilan akrabnya menyampaikan kepada Uu bahwa dia beserta rekan-rekannya memiliki beberapa permasalahan diantaranya mahal dan sulitnya biaya pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM)

“Yang dialami teman-teman di sopir angkot, kelemahan dalam pembuatan SIM yang sulit dan mahal, harga SIM 120.000 sulit terjangkau bagi kami karena pendapatan kami tidak banyak dan harus berbagi dengan kebutuhan lainnya. Kita ingin dipermudah bagaimana caranya dan dengan tarif yang terjangkau,” kata Emen.

Tidak hanya permasalahan SIM jalan yang berlobang disebutkan Emen juga menjadi masalah penting lainnya bagi mereka. Dia mencotohkan beberapa jalan yang dilewatinya seperti jalur Cibedug, Pasir Muncang, Kabupaten Bogor mengalami kerusakan.

“Jalur Cibedug, Pasir Muncang jelek dan begitu juga jalan yang lainnya. Saya himbau pemerintah tolonglah diperhatikan untuk jalan-jalan diperbagus agar mobil kami tidak rusak, itu harapan kami,” kata Emen.

Menanggapi keluhan sopir angkot tersebut Uu mengatakan dirinya bersama Kang Emil siap mengatasi permasalahan sopir angkot. Menurut UU sopir angkot adalah profesi yang terhormat yang juga ikut menggerakkan perekonomian masyarakat terutama masyarakat menengah ke bawah melalui jasa angkutan yang diberikan.

“Coba kalau tidak ada sopir, roda perekonomian mau gimana, orang ke pasar mau bawa barang dagangan bagaimana? naik angkot pastinya, terutama masyarakat menengah ke bawah. Jadi ini adalah komunitas yang sangat terhormat yang sangat berjasa terhadap masyarakat,” kata Uu.

Oleh karena dianggap sopir angkot mempunyai peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian maka Uu mengatakan pemerintah wajib memperhatikan permasalahan yang dialami sopir angkot dan kemudian memberikan solusi.

Uu menjelaskan untuk persoalan SIM dirinya akan mengupayakan untuk berkonsultasi dengan pihak kepolisian atau instansi terkait untuk mempermudah kepengurusan SIM dan memperingan biaya pembuatan SIM khusus bagi sopir angkot.

“Jangan dipersulit untuk membuat SIM. Harapan kami kalau nanti jadi Wagub saya akan berkonsultasi dengan pihak Polda kalau perlu pak Kapolri khusus untuk SIM sopir angkot kalau bisa setengah harga,” ucap Uu.

Sementara itu terkait jalan yang dikeluhkan sopir angkot, Uu mengatakan pihaknya terkait persoalan jalan telah memiliki program yakni Jabar lecir.

“Mereka minta perbaiki jalan supaya mobil tidak cepat rusak maka saya punya program Jabar lecir, Jabar jalannya lecir,” kata Uu.

Uu menjelaskan program Jabar lecir adalah memperbaiki jalan rusak yang ada di seluruh wilayah Jabar dengan cara memberikan bantuan kepada Pemerintah Daerah yang akses jalannya rusak dan memperbaiki jalan-jalan Provinsi menggunakan anggaran Belanja Provinsi.

“Jalan provinsi kami yang membangun dan memperbaiki. Kalau kabupaten dikasih bantuan ke Pemda dengan spesifikasi itu untuk perbaikan pembangunan infrastruktur di daerah,” tutup Uu.

Dengan solusi yang diberikan Uu itu iapun lantas mendapatkan dukungan penuh dari sopir angkot agar bisa menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat.

“Kami sepakat mendukung pak Uu karena kami sebetulnya juga sudah terus berdiskusi untuk sepakat mendukung Uu. Alasannya programnya bagus, orangnya agamis. Dimata kami pak UU bermasyarakat dan mengerti permasalahan rakyat kecil,” kata Emen.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top